Mengusung tema "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju", peringatan HAB ke-80 menjadi momentum memperkuat persatuan di tengah keberagaman. Dalam amanat yang dibacakan Gubernur Helmi Hasan, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar kondisi tanpa konflik. Ia menyebutnya sebagai energi kebangsaan yang lahir dari kolaborasi dan saling menghormati antarumat beragama.
"Keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial merupakan kekuatan besar yang harus dirawat bersama demi mewujudkan Indonesia yang harmonis dan berdaya saing," demikian bunyi amanat tersebut.
Menteri Agama menyampaikan bahwa selama delapan dekade, Kementerian Agama memegang peran strategis dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia. Sepanjang 2025, sejumlah capaian diapresiasi: transformasi digital layanan keagamaan, penguatan ekonomi berbasis pesantren dan dana sosial keagamaan, serta peningkatan mutu pendidikan di madrasah dan perguruan tinggi keagamaan.
Seluruh ASN Kemenag didorong beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), guna meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa peringatan HAB bukan sekadar seremonial tahunan. Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang berkualitas, menjaga kerukunan umat, serta mempererat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Saefudin menyebut kolaborasi antara Kanwil Kemenag dan UINFAS Bengkulu sebagai wujud nyata sinergi membangun kehidupan beragama yang harmonis, moderat, dan berkemajuan di Provinsi Bengkulu.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 131 ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Kantor Kemenag Kota Bengkulu, dan UINFAS Bengkulu. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi negara atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian mereka selama bertahun-tahun dalam melayani masyarakat, bangsa, dan negara.
Upacara dihadiri oleh jajaran ASN Kemenag, sivitas akademika UINFAS Bengkulu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala madrasah, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), para pensiunan Kemenag, serta siswa madrasah dan santri dari berbagai pondok pesantren di Kota Bengkulu.