BENGKULU — Kabar ini datang langsung dari Cadillac yang mengumumkan bahwa XT6 versi mesin bensin akan kembali masuk jalur produksi. Model ini sebelumnya sudah sempat dihapus dari daftar jajaran Cadillac, namun kini dihadirkan lagi untuk memperkuat segmen kendaraan keluarga. Dengan kembalinya XT6, Cadillac total memiliki empat model SUV tiga baris yang dijual bersamaan.
Keputusan ini terbilang unik karena biasanya pabrikan membatasi jumlah varian di segmen yang sama untuk menghindari kanibalisasi penjualan. Namun Cadillac justru menambah jajaran SUV tiga baris menjadi empat model. Langkah ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap kendaraan keluarga besar di pasar Amerika Serikat masih cukup kuat.
XT6 sendiri sebelumnya sudah sempat vakum dari lini produksi karena Cadillac mulai fokus pada model listrik seperti Lyriq. Namun dengan kembalinya XT6, konsumen yang belum siap beralih ke kendaraan listrik tetap punya opsi mesin konvensional dari Cadillac.
Cadillac XT6 yang dihidupkan kembali ini masih menggunakan mesin bensin V6 3.6 liter. Mesin ini sudah dikenal di generasi sebelumnya dan menghasilkan tenaga sekitar 310 hp. Sistem penggerak yang ditawarkan tetap sama, yakni front-wheel drive sebagai standar dan all-wheel drive sebagai opsi.
Keputusan Cadillac untuk mempertahankan mesin bensin di XT6 cukup menarik di tengah tren elektrifikasi yang digencarkan banyak pabrikan global. Namun bagi konsumen yang menginginkan SUV tiga baris dengan mesin konvensional, kehadiran XT6 tentu menjadi kabar baik.
Dengan bergabungnya XT6, Cadillac kini memiliki jajaran SUV tiga baris yang terdiri dari XT6, XT5, Escalade, dan satu model lainnya. Persaingan di segmen ini memang ketat, terutama melawan rival seperti Lincoln Aviator dan Lexus TX. Namun Cadillac tampaknya yakin bahwa pasar masih cukup besar untuk menampung keempat model tersebut.
Belum ada informasi apakah XT6 yang kembali ini akan mengalami perubahan desain atau fitur signifikan. Namun kemungkinan besar Cadillac hanya melanjutkan produksi model yang sudah ada tanpa perubahan besar. Kepastian soal harga dan ketersediaan di pasar Indonesia juga masih belum diumumkan oleh General Motors selaku induk perusahaan.