BENGKULU SELATAN — Krisis air bersih melanda Desa Pasar Pino, Kabupaten Bengkulu Selatan, setelah kemarau sebulan terakhir membuat sumur-sumur warga tidak lagi mengeluarkan air. Kondisi ini memaksa warga mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih demi memenuhi kebutuhan minum dan mandi.
Desa yang berada di dataran tinggi ini memang dikenal rawan kekeringan setiap musim kemarau. Namun tahun ini, warga menyebut kondisinya lebih berat dibanding tahun-tahun sebelumnya karena hujan tak kunjung turun selama sebulan lamanya.
Salah seorang warga, Hartono, mengatakan krisis air bersih ini sudah menjadi persoalan tahunan. Namun, ia mengaku tahun ini menjadi yang terberat karena hampir seluruh sumur di desanya kering bersamaan.
"Sudah satu bulan sumur kami kering. Memang desa kami berada di daerah tinggi, jadi kalau seminggu saja tidak hujan air sudah mulai susah, apalagi sekarang sudah sebulan kemarau," kata Hartono, Jumat (31/7/2026).
Warga lainnya, Sarihan, mengatakan air bersih yang dibeli diprioritaskan untuk kebutuhan minum serta mandi bagi balita dan perempuan. Sementara laki-laki dewasa memilih mandi menggunakan air Sungai Selali.
"Air bersih kami utamakan untuk anak-anak dan perempuan. Mereka lebih membutuhkan untuk kebersihan dan kesehatan," jelas Sarihan.
Akibat kesulitan mendapatkan air, warga terpaksa membeli air bersih dari luar desa. Harga satu tangki berisi sekitar 1.000 liter air mencapai Rp 80 ribu.
Biaya tersebut dinilai cukup memberatkan warga yang umumnya bekerja sebagai petani dan buruh harian. Apalagi kemarau diprediksi masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan.
Sarihan mengungkapkan, laki-laki dewasa di desanya memilih mandi di Sungai Selali karena air sumur tidak tersedia. Namun kondisi sungai yang diduga telah tercemar membuat banyak warga mengalami gangguan kesehatan.
"Kalau bapak-bapak mandi di sungai. Tapi airnya sudah tidak bagus, akibatnya banyak yang terkena penyakit gatal," ujar Sarihan.
Kepala Desa Pasar Pino, Ivan Sawito, membenarkan banyak warganya yang mengalami gatal-gatal usai mandi di sungai. Ia bahkan menyebut obat penyakit gatal kini menjadi barang yang paling banyak dibeli warga.
"Obat untuk penyakit gatal sekarang paling banyak dibeli warga. Keluhan itu muncul setelah mereka menggunakan air sungai untuk mandi," kata Ivan.
Pihak desa berharap pemerintah kabupaten segera menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Pasar Pino mengingat kemarau diperkirakan masih akan berlanjut. Warga pun berharap ada solusi jangka panjang seperti pembangunan sumur bor atau jaringan pipa air bersih dari sumber mata air terdekat agar krisis serupa tidak terulang setiap tahun.