BENGKULU — Angka itu setara 89,57 persen dari target tahunan yang dipatok Rp1,5 triliun. Kepala DPMPTSP Kota Bengkulu Sri Putri Yani menyebut capaian ini tidak lepas dari meningkatnya kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
“Capaian ini menjadi bukti bahwa iklim investasi di Kota Bengkulu semakin kondusif. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memberikan kemudahan berusaha, serta menjaga kepastian hukum bagi para investor,” kata Sri Putri Yani dalam laporannya, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan yang dibuka Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi ini diikuti sekitar 200 pelaku usaha dari sektor perumahan, perdagangan, perhotelan, kesehatan, dan apotek. Fokus utamanya bukan sekadar mengejar angka investasi, tetapi memastikan dunia usaha berjalan di rel yang sesuai aturan.
DPMPTSP menekankan dua kewajiban utama yang harus dipenuhi pengusaha: penyampaian LKPM secara rutin dan kepesertaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi para pekerja.
Menurut Sri Putri Yani, perlindungan jaminan sosial merupakan hak pekerja sekaligus kewajiban perusahaan. Ia menilai kepatuhan di sektor ini berperan strategis dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
“Kami berharap seluruh pelaku usaha semakin memahami pentingnya perlindungan tenaga kerja, semakin patuh dalam menyampaikan LKPM, memenuhi kewajiban perizinan, serta bersama-sama mewujudkan investasi yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemkot dan pengusaha. Tidak hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga membangun rasa aman bagi buruh yang bekerja di Kota Bengkulu.
Untuk mencapai sisa target sekitar 10 persen hingga akhir tahun, pemkot mengandalkan peningkatan kualitas pelayanan perizinan berusaha berbasis risiko dan penyederhanaan proses. Pembinaan kepada pelaku usaha juga terus dilakukan agar tidak ada kewajiban yang terlewat.
“Pemerintah Kota Bengkulu terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif, berdaya saing, dan memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha. Komitmen ini diwujudkan melalui pelayanan perizinan yang semakin baik serta pembinaan kepada para pelaku usaha,” ujar Sri Putri Yani.
Dengan realisasi yang sudah menembus Rp1,34 triliun, optimisme untuk melampaui target tahunan terbuka lebar. Namun, pemkot mengingatkan bahwa pertumbuhan investasi harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan pekerja dan kepatuhan hukum.