BENGKULU — Warga Kota Bengkulu bisa bernapas lega. Pasokan bahan pokok dengan harga terjangkau akan segera hadir lewat pasar murah yang disiapkan Pemkot Bengkulu pada Agustus 2026. Program ini merupakan bagian dari intervensi pemerintah untuk menekan laju inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Bengkulu, Sehmi, mengungkapkan bahwa pasar murah ini akan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Bagian Perekonomian, sektor pertanian, peternakan, hingga pelaku UMKM dan organisasi perempuan akan dilibatkan dalam penyelenggaraannya.
Yang dijual dalam bazar ini jelas kebutuhan pokok masyarakat. Beras, telur, minyak goreng, bawang, dan aneka sembako lainnya akan dibanderol lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional.
"Namanya program pengendalian inflasi tentu harganya lebih murah. Selisihnya diperkirakan sekitar Rp 7.000 hingga Rp 10.000 dari harga pasar untuk beberapa komoditas. Ini merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat," ujar Kepala Dinas Perindag Kota Bengkulu, Rozi Ismariandi.
Meski target pelaksanaan mengarah ke pertengahan Agustus, jadwal pasti masih dinamis. Sehmi menegaskan bahwa pelaksanaan pasar murah akan dilakukan serentak di seluruh Indonesia, sehingga keputusan final berada di tangan pemerintah pusat.
"Insya Allah kita akan melaksanakan bazar pasar murah di Pemkot Bengkulu dalam rangka pengendalian inflasi. Informasinya sekitar tanggal 15 Agustus, tetapi itu belum final," kata Sehmi.
Untuk lokasi, kawasan pusat pemerintahan Kota Bengkulu menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan. Namun, hal ini masih dalam tahap pembahasan internal. Sebelum eksekusi, Pemkot akan menggelar technical meeting untuk mematangkan persiapan.
"Karena penyelenggaraannya bertepatan dengan momen HUT Kemerdekaan RI di bulan Agustus, kami akan melaksanakan technical meeting terlebih dahulu," tambah Rozi.
Pasar murah dipastikan berlangsung minimal satu hari. Namun, tidak menutup kemungkinan durasinya diperpanjang apabila animo warga dan pelaku usaha besar. Pemkot Bengkulu menargetkan kegiatan ini mampu menstabilkan harga kebutuhan pokok hingga akhir bulan depan.
Langkah ini menjadi salah satu upaya konkret Pemkot Bengkulu dalam mengendalikan inflasi di tengah momentum perayaan kemerdekaan, di mana permintaan masyarakat terhadap sembako cenderung meningkat.