Satpol PP Kota Bengkulu Perluas Program SGS ke SMP, SMA, dan Mahasiswa demi Tekan Pelanggaran Disiplin Pelajar

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:54:01 WIB
Personel Satpol PP Kota Bengkulu memberikan edukasi disiplin kepada pelajar dalam program Satpol-PP Go to School (SGS) di sekolah menengah.

BENGKULU — Satpol PP Kota Bengkulu tidak hanya bertugas menertibkan, tetapi kini mulai masuk ke sekolah-sekolah untuk membina karakter generasi muda. Melalui program Satpol-PP Go to School (SGS), aparat penegak peraturan daerah ini menyasar pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa di seluruh wilayah kota.

Kasatpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marilutua Situmorang, menyebut program ini merupakan langkah preventif untuk menekan angka pelanggaran disiplin di kalangan pelajar.

"Program SGS ini menyasar pelajar tingkat SMP, SMA hingga mahasiswa dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya mematuhi peraturan daerah, menjaga ketertiban umum, serta menghindari berbagai perilaku negatif yang dapat berdampak pada masa depan mereka," kata Sahat di Bengkulu, Jumat.

Materi Pembinaan: Dari Adab hingga Bahaya Perilaku Negatif

Dalam setiap kegiatan, personel Satpol PP memberikan materi yang menyentuh kehidupan sehari-hari pelajar. Beberapa poin utama yang ditekankan antara lain:

  • Pentingnya menjaga adab dan sopan santun di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
  • Ketaatan pada tata tertib sekolah dan rasa hormat kepada guru.
  • Kepatuhan terhadap peraturan daerah yang berlaku.
  • Upaya menjauhi tindakan yang merugikan diri sendiri, seperti tawuran atau penyalahgunaan narkoba.

Pendekatan yang digunakan sengaja dibuat humanis. Tujuannya agar pelajar tidak merasa digurui atau takut, melainkan memahami alasan di balik setiap aturan.

Linmas Go To School: Mitigasi Bencana untuk Anak Usia Dini

Selain SGS, Satpol PP Kota Bengkulu juga memiliki program Linmas Go To School yang menyasar anak usia dini, mulai dari PAUD, TK, hingga SD. Program ini berbeda fokus, yakni menitikberatkan pada edukasi mitigasi bencana dengan metode bermain.

"Anak-anak diajak belajar mengenali potensi bencana melalui permainan edukatif, perlombaan, serta simulasi sederhana yang disesuaikan dengan usia mereka," ujarnya.

Metode ini dirancang agar anak-anak memiliki pengetahuan dasar tentang keselamatan diri tanpa merasa takut saat mengikuti materi kebencanaan.

Mengubah Wajah Satpol PP di Mata Pelajar

Kehadiran dua program ini merupakan strategi Satpol PP Kota Bengkulu untuk lebih dekat dengan dunia pendidikan. Sahat berharap masyarakat tidak lagi memandang personelnya sebagai aparat yang hanya bertugas menindak.

"Tujuan kami bukan hanya melakukan penertiban, tetapi juga memberikan pembinaan sejak dini agar anak-anak memahami pentingnya disiplin, taat aturan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat," jelasnya.

Dengan pembinaan yang dimulai dari bangku sekolah, ia optimistis angka pelanggaran disiplin di kalangan pelajar dapat terus ditekan. Target jangka panjangnya adalah mencetak generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan mampu menjadi teladan baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top