BENGKULU — Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu Zaid Burhan Ibrahim merinci sebaran penyaluran KUR di sepuluh kabupaten dan kota. Setelah Kepahiang dan Lebong, posisi ketiga ditempati Kabupaten Bengkulu Tengah dengan Rp459,23 miliar kepada 4.581 debitur.
Angka tersebut menunjukkan akses pembiayaan KUR telah menjangkau pelaku usaha di berbagai wilayah, dari perkotaan hingga daerah pedesaan. Sebaran debitur tidak menumpuk di satu wilayah saja.
Berdasarkan jenis pekerjaan, wiraswasta menjadi kelompok penerima terbesar. Tercatat 29.051 debitur wiraswasta dengan total penyaluran Rp2,44 triliun.
Kategori badan usaha menyusul dengan 3.894 debitur dan nilai penyaluran Rp409,10 miliar. Debitur dari sektor pertanian tercatat 2.117 orang dengan nilai Rp137,54 miliar.
Penyaluran KUR di Bengkulu tidak menyasar satu jenis usaha tertentu. Dana bergulir itu mengalir ke berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari perdagangan hingga transportasi.
Keragaman sektor penerima menunjukkan program KUR menyentuh berbagai lapisan pelaku usaha. Mulai dari pedagang pasar, petani, hingga pemilik usaha jasa.
Zaid mengatakan penyaluran KUR diharapkan terus menjangkau pelaku usaha dari berbagai sektor dan skala usaha di Provinsi Bengkulu.
"Pemerintah juga mendorong pemanfaatan pembiayaan tersebut untuk mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha masyarakat," ujarnya.
Dengan capaian Rp3,05 triliun hingga September 2026, realisasi KUR di Bengkulu masih menyisakan tiga bulan tersisa di tahun anggaran. Jumlah debitur yang sudah tercatat menjadi basis bagi perluasan akses pembiayaan ke depan.