WhatsApp Uji Restricted Chat, Batasi Ekspor dan Simpan Media

Penulis: Hendrizal Satria  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 18:17:31 WIB
WhatsApp menguji fitur Restricted Chat pada versi beta Android dan iOS.

BENGKULU — WhatsApp menguji fitur Restricted Chat untuk membatasi penyimpanan otomatis media dan ekspor percakapan di dalam chat. Fitur ini tersedia terbatas bagi pengguna Android dan iOS yang mengikuti program beta, dengan versi 2.26.36.4 untuk Android dan 26.39.10.20 untuk iOS. Langkah ini memperkuat kontrol privasi pengguna di tengah maraknya penggunaan klien tidak resmi dan agen AI untuk mengakses percakapan.

Restricted Chat dikembangkan dari fitur Advanced Chat Privacy yang sudah lebih dulu ada di WhatsApp. Fitur ini bersifat opsional, sehingga pengguna harus mengaktifkannya secara manual melalui halaman informasi chat pada percakapan yang ingin diberi perlindungan tambahan.

Setelah diaktifkan, WhatsApp menampilkan pemberitahuan di dalam percakapan dan langsung menerapkan sejumlah pembatasan terhadap aktivitas peserta chat. Pengguna tidak bisa menyimpan media secara otomatis ke perangkat, mengekspor isi percakapan, memakai fitur Meta AI di dalam chat, atau mengakses percakapan lewat perangkat tertaut.

Apa Saja yang Dibatasi di Restricted Chat

Pembatasan pada perangkat tertaut jadi poin yang paling menonjol. WhatsApp menyebut aturan ini dibuat untuk mencegah akses lewat klien tidak resmi atau agen kecerdasan buatan yang bisa membaca isi percakapan tanpa sepengetahuan pengguna.

Media yang dikirim dalam percakapan Restricted Chat juga tidak bisa tersimpan otomatis di galeri perangkat. Ini mengurangi risiko foto atau video pribadi tersebar tanpa izin, terutama di perangkat yang dipakai bergantian.

Fitur Meta AI yang biasanya tersedia di dalam chat ikut dimatikan selama Restricted Chat aktif. Ekspor riwayat percakapan ke file eksternal juga diblokir, sehingga isi obrolan tidak mudah dipindahkan ke aplikasi lain.

Enkripsi End-to-End Tetap Berlaku

WhatsApp memastikan pesan dan panggilan dalam Restricted Chat tetap dilindungi enkripsi end-to-end, baik fitur ini diaktifkan maupun tidak. Artinya, pembatasan yang diterapkan hanya menyangkut aktivitas di sisi pengguna, bukan mengubah cara WhatsApp mengamankan data di server.

Enkripsi end-to-end sendiri sudah jadi standar WhatsApp sejak lama. Restricted Chat menambah lapisan kontrol di tingkat antarmuka, bukan menggantikan mekanisme keamanan yang sudah berjalan.

Versi Beta dan Ketersediaan

Restricted Chat tersedia pada WhatsApp beta versi 2.26.36.4 untuk Android dan versi 26.39.10.20 untuk iOS. Kedua versi ini masih dalam tahap pengujian terbatas, sehingga belum semua pengguna beta bisa mengaksesnya.

Belum ada keterangan resmi soal jadwal rollout ke versi stabil atau ketersediaan untuk pengguna umum di Indonesia. WhatsApp biasanya menguji fitur baru di kalangan beta tester selama beberapa minggu hingga bulan sebelum dirilis lebih luas.

Pengguna yang ingin mencoba bisa mendaftar sebagai beta tester lewat Google Play untuk Android atau TestFlight untuk iOS. Namun, fitur ini tidak otomatis muncul hanya karena sudah memakai versi beta terbaru.

Konteks Persaingan dan Regulasi

Langkah WhatsApp ini menyusul kekhawatiran soal akses pihak ketiga ke percakapan pribadi. Beberapa aplikasi pesan lain seperti Telegram dan Signal sudah lebih dulu menawarkan kontrol serupa, meski dengan pendekatan teknis yang berbeda.

Di Indonesia, fitur ini relevan dengan UU Perlindungan Data Pribadi yang mulai berlaku penuh. Pengguna semakin sadar soal jejak digital dan risiko kebocoran data dari percakapan pribadi.

WhatsApp belum mengumumkan apakah Restricted Chat akan tersedia untuk semua pengguna atau tetap jadi fitur opsional jangka panjang. Yang jelas, arah pengembangannya sejalan dengan tren privasi di aplikasi pesan global.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: radarsumbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top