Justin Hubner Emosional Usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Penulis: Syahrul Karim  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:53:01 WIB
Bek Timnas Indonesia Justin Hubner mengungkapkan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai momen paling personal dalam kariernya.

BENGKULU — Justin Hubner menyebut gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai momen paling personal dalam kariernya bersama Timnas Indonesia. Bek berusia 23 tahun itu mengungkap ancaman pembunuhan hingga hinaan kepada keluarganya jadi bahan bakar sepanjang turnamen. Indonesia menutup laga final melawan Thailand lewat drama adu penalti di SUGBK, Jakarta.

Kemenangan Garuda atas Thailand di partai puncak tidak datang lewat jalan mulus. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal usai Dean James membuka keunggulan Indonesia lewat tendangan bebas di menit ke-84, sebelum Iklas Sanron menyamakan kedudukan tiga menit berselang. Thailand sempat berbalik unggul lewat sepakan mendatar Peeradol di menit ke-111, tapi Elkan Baggott memaksa laga berlanjut setelah tembakannya menghantam mistar dan masuk ke gawang.

Duel berlanjut ke adu penalti. Dua algojo Thailand gagal menuntaskan tugasnya, satu kena tiang dan satu lagi ditepis Emil Audero. Indonesia menang 4-2 dan memastikan trofi juara.

Peran Hubner di Lini Belakang Garuda

Justin Hubner dipercaya pelatih John Herdman mengawal pertahanan Indonesia sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026. Bek berusia 23 tahun itu selalu tampil sebagai starter dan bermain penuh di setiap laga. Kontribusinya tidak sekadar bertahan, Hubner juga menyumbang satu gol dan satu assist selama turnamen.

Performa itu membuat gelar juara terasa lebih bermakna bagi pemain yang kini memperkuat Cerezo Osaka tersebut. Ia mengaku turnamen kali ini membawa beban emosional tersendiri.

Ancaman kepada Keluarga Jadi Pemicu

Hubner mengungkap sejumlah pesan kebencian yang dialamatkan kepada istri, putri, dan keluarganya selama turnamen berlangsung. Tidak hanya hinaan, ia juga menerima ancaman pembunuhan.

"Turnamen ini sangat personal, bagi mereka yang melontarkan kebencian kepada istri, putri, dan keluarga saya, serta mengirimkan ancaman pembunuhan kepada mereka," ungkap Hubner di unggahan media sosial pribadinya.

Pemain kelahiran 2003 itu tidak tinggal diam. Ia merespons tekanan tersebut dengan nada tegas dan menyebut dirinya sebagai "El Preman".

"Inilah yang terjadi jika kalian membuat El Preman marah," tegasnya.

Menurut Hubner, serangan personal itu justru berbalik menjadi motivasi. Ia menilai kualitas sepak bola Indonesia kini sudah berada di level berbeda dibanding lawan-lawannya di Asia Tenggara.

"Jadi, bagi siapa pun yang menjelek-jelekkan nama saya, kalian telah melakukan kesalahan besar dan justru memotivasi saya. Ini Indonesia dan saya akan tegaskan lagi: Level mereka sudah tidak setara dengan kita," paparnya.

Ia menutup unggahannya dengan kalimat singkat yang menegaskan posisi Indonesia sebagai juara.

"Kitalah raja yang sesungguhnya," tutupnya.

Trofi Pertama dan Mentalitas Tim

Bagi Hubner, gelar ini menjadi trofi pertamanya bersama skuad Garuda. Ia menyebut keberhasilan tersebut lahir dari mentalitas luar biasa yang ditunjukkan seluruh pemain sepanjang turnamen.

"Harus mulai dari mana nih? Saya sangat bangga dengan tim ini, trofi pertama ini, dan kami menunjukkan bahwa kami yang terbaik di ajang ini dengan mentalitas yang luar biasa," bukanya.

Kemenangan di SUGBK, Jakarta, itu memastikan Indonesia menutup FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai juara. Thailand harus puas finis sebagai runner-up setelah gagal menuntaskan dua eksekusi penalti di babak tos-tosan.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top