BENGKULU – Cahaya harapan kini menyala di rumah-rumah kayu pelosok Provinsi Bengkulu. Melalui sinergi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero), sebanyak 750 keluarga prasejahtera resmi mendapatkan akses listrik mandiri melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) per Februari 2026.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi sekaligus memberikan fondasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, mulai dari sektor pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi rumah tangga.
Sebaran Penerima Manfaat BPBL di Bengkulu (Februari 2026)
Penyambungan dilakukan secara bertahap di dua kabupaten utama dengan rincian sebagai berikut:
| Wilayah Distribusi | Jumlah Penerima | Tanggal Penyalaan |
|---|---|---|
| Kabupaten Seluma (Desa Tanjungan) | 277 Keluarga | 6 Februari 2026 |
| Kabupaten Lebong | 473 Keluarga | 7 Februari 2026 |
| Total Keseluruhan | 750 Keluarga |
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan BUMN ini. Menurutnya, listrik adalah kebutuhan dasar yang akan memicu multiplier effect bagi kemajuan daerah.
“Program penyambungan listrik gratis ini membuktikan bahwa ketika Pemerintah dan BUMN berjalan beriringan, manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Listrik bukan sekadar penerangan, tetapi fondasi untuk meningkatkan kualitas hidup,” ujar Helmi Hasan, Senin (16/2/2026).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN bergerak sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menyukseskan pemerataan energi.
PLN berkomitmen untuk terus all out dalam mengentaskan kemiskinan melalui akses energi. Senada dengan itu, GM PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menambahkan bahwa target mereka adalah memastikan tidak ada satu pun warga di wilayah kerja Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu yang tertinggal dalam akses listrik mandiri.
Bagi penerima manfaat seperti Singgih Permana dan Hayati di Lebong Tambang, kehadiran listrik mandiri mengubah rutinitas harian mereka secara drastis. Anak-anak kini dapat belajar dengan cahaya yang layak di malam hari, dan keluarga memiliki peluang untuk membuka usaha kecil rumahan guna meningkatkan pendapatan.
Penyalaan simbolis yang ditandai dengan pemasangan kWh meter ini menjadi titik balik bagi ratusan keluarga di Bengkulu menuju masa depan yang lebih cerah dan produktif.