Pencarian

Inflasi Bengkulu April 2026 Terkendali 1,87 Persen, Harga Emas Melonjak

Senin, 04 Mei 2026 • 20:30:08 WIB
Inflasi Bengkulu April 2026 Terkendali 1,87 Persen, Harga Emas Melonjak

BENGKULU — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Provinsi Bengkulu pada April 2026 berada di level 1,87 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,47. Angka ini menunjukkan stabilitas harga kebutuhan pokok di Bumi Rafflesia masih terjaga dalam rentang sasaran pemerintah.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Ir. Win Rizal, ME, merinci bahwa inflasi di dua wilayah pemantauan utama juga bergerak moderat. Kabupaten Mukomuko mencatatkan inflasi 2,16 persen, sementara Kota Bengkulu tercatat lebih rendah di angka 1,77 persen.

Emas dan Daging Ayam Jadi Pemicu Utama Inflasi

Kenaikan harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi motor utama inflasi dengan lonjakan mencapai 8,81 persen. Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut menyumbang kenaikan sebesar 3,27 persen diikuti sektor penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 3,21 persen.

Win Rizal menyebutkan sejumlah komoditas spesifik yang mendongkrak indeks harga selama setahun terakhir. Selain emas perhiasan dan daging ayam ras, kenaikan harga sigaret kretek mesin (SKM), ikan dencis, angkutan udara, hingga beras menjadi faktor dominan.

"Dua kelompok justru mencatat penurunan indeks, yakni kelompok kesehatan turun 0,31 persen dan kelompok pendidikan turun signifikan 9,55 persen," ujar Win Rizal saat merilis Berita Resmi Statistik, Senin (4/5/2026).

Biaya Sekolah dan Cabai Merah Redam Laju Harga

Di tengah kenaikan harga sejumlah barang, kelompok pendidikan memberikan andil besar dalam menekan laju inflasi. Penurunan biaya sekolah menengah atas (SMA) menjadi faktor utama yang menjaga angka inflasi Bengkulu tidak melonjak tajam pada periode ini.

Beberapa komoditas pangan juga tercatat mengalami deflasi, seperti cabai merah, santan segar, bawang putih, dan bawang merah. Penurunan harga bensin, tarif rumah sakit, hingga tarif kendaraan travel turut membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga di Bengkulu.

Secara bulanan (month-to-month), BPS mencatat inflasi April 2026 sebesar 0,35 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender atau year-to-date sepanjang Januari hingga April 2026 terkumpul di angka 0,52 persen.

Kewaspadaan Terhadap Komoditas Pangan Strategis

Meskipun inflasi tahunan masih berada di bawah angka 2 persen, pemerintah daerah diingatkan untuk tidak lengah. Fluktuasi harga pada sektor transportasi dan pangan tetap menjadi ancaman yang bisa mengganggu stabilitas ekonomi daerah sewaktu-waktu.

"Pemerintah daerah tetap perlu mewaspadai pergerakan harga komoditas pangan strategis dan biaya transportasi," tutur Win Rizal.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) diharapkan terus memperkuat koordinasi untuk memantau stok distribusi barang di pasar. Pengawasan ketat pada komoditas seperti minyak goreng dan angkutan udara menjadi kunci agar daya beli masyarakat Bengkulu tetap terjaga hingga akhir tahun.

Bagikan
Sumber: radarkepahiang.disway.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks