BENGKULU — Kecelakaan terjadi di jalur Pantura, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ketika mobil pikap yang ditumpangi rombongan hendak berputar arah dan ditabrak dua truk dari belakang. Peristiwa nahas itu berlangsung pada Minggu (12/7) malam.
Identitas Korban: Tiga Anak dan Sembilan Dewasa
Dari 12 korban meninggal, tiga di antaranya adalah anak-anak berusia 3, 6, dan 12 tahun. Lima korban luka juga merupakan anak-anak. Data dari RS Bhayangkara Indramayu mencatat delapan jenazah sempat dibawa ke rumah sakit tersebut sebelum diserahkan ke keluarga.
Seluruh jenazah telah dibawa ke rumah duka pada Minggu malam. Enam korban luka masih menjalani perawatan intensif di RS Mitra Plumbon Indramayu.
Mayoritas Korban dari Tiga Desa di Indramayu
Sebagian besar korban berasal dari Desa Cempeh, Kecamatan Lelea. Sisanya tercatat dari Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, dan Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung. Ketiga desa ini berada di wilayah Kabupaten Indramayu.
Kecelakaan ini sekaligus menjadi yang paling mematikan di jalur Pantura Indramayu dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, kecelakaan serupa juga terjadi di Tol Pejagan-Pemalang yang menewaskan dua orang.
Kronologi: Berputar Arah di Jalur Padat
Berdasarkan keterangan awal dari kepolisian setempat, rombongan pengantar pengantin baru saja menyelesaikan prosesi pernikahan. Saat hendak memutar balik di jalur Pantura yang padat, mobil pikap mereka dihantam dua truk yang melaju dari arah berlawanan.
Dampak tabrakan membuat kendaraan ringan itu ringsek parah. Proses evakuasi berlangsung hingga malam hari karena beberapa korban terjepit di bodi kendaraan.
Penanganan dan Imbauan Keselamatan
Polres Indramayu masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Jalur Pantura sendiri dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Jawa Barat, terutama saat musim liburan atau perayaan pernikahan.
Pemerintah daerah setempat mengimbau masyarakat yang hendak menggelar acara keluarga untuk lebih berhati-hati dalam memilih moda transportasi. Penggunaan mobil bak terbuka untuk mengangkut penumpang dalam jumlah banyak kerap menjadi faktor risiko kecelakaan fatal di jalur arteri.