Muhammadiyah resmi mengumumkan penyelenggaraan The 1st Muhammadiyah Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 12-23 Mei 2026 mendatang. Bertempat di Solo dan Yogyakarta, ajang multievent perdana ini mengusung standar federasi internasional guna menjaring bibit atlet potensial menuju panggung Olimpiade.
Organisasi Muhammadiyah mempertegas komitmennya di dunia olahraga dengan meluncurkan The 1st Muhammadiyah Games 2026. Kompetisi berskala nasional ini menjadi puncak dari sejarah panjang keterlibatan Sang Surya dalam membina sportivitas sejak era berdirinya PSSI pada 1930-an.
Ajang ini bukan sekadar turnamen internal biasa. Panitia penyelenggara memastikan seluruh regulasi teknis, pemilihan venue, hingga sarana prasarana akan mengacu sepenuhnya pada standar induk organisasi olahraga dunia (International Federation Standards).
Misi Melahirkan Atlet Level Olimpiade
Muhammadiyah memiliki rekam jejak panjang dalam menyumbang talenta untuk tim nasional Indonesia. Nama-nama beken seperti bek Persija Jakarta, Rizky Ridho, hingga penggawa Persebaya, Maikel Tata, merupakan produk dari sistem pendidikan di bawah naungan lembaga ini.
“Muhammadiyah hadir bukan untuk bersaing secara sempit, tapi untuk melengkapi pilar kesuksesan olahraga Indonesia,” ujar Wigati, perwakilan LSPO Muhammadiyah Jawa Timur.
Wigati menambahkan bahwa melalui olahraga, Muhammadiyah ingin menunjukkan bahwa dakwah dapat hadir melalui prestasi fisik dan mental yang tangguh. Prestasi ini diharapkan mampu bersinergi dengan pilar kesehatan dan pendidikan yang sudah lebih dulu mapan.
Eko Febrianto: Panggung Elit Bagi Pendekar Sang Surya
Legenda hidup pencak silat, Eko Febrianto, menyebut ajang ini sebagai transisi besar dalam peta jalan pembinaan atlet. Sebagai peraih emas di Asian Games dan Kejuaraan Dunia dari Tapak Suci, ia melihat potensi besar dari ribuan atlet muda Muhammadiyah.
“The 1st Muhammadiyah Games adalah panggung elit. Dengan ajang ini, kita sedang menyiapkan cetak biru atlet yang siap berlaga di Olimpiade,” tegas Eko.
Eko mengenang masa perjuangannya yang dimulai dari lapangan madrasah sederhana. Menurutnya, ketersediaan panggung megah seperti Edutorium UMS dan stadion berstandar nasional menjadi bukti nyata kemajuan infrastruktur organisasi dalam mendukung prestasi atlet.
Venue Ikonik di Solo dan Yogyakarta
Penyelenggaraan edisi perdana ini akan memanfaatkan sejumlah fasilitas olahraga papan atas di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Solo dan Stadion Mandala Krida Yogyakarta menjadi dua titik utama kompetisi.
Pemilihan lokasi ini mencerminkan kesiapan manajemen event dalam mengelola kompetisi besar. Keterlibatan tokoh-tokoh Muhammadiyah di kepengurusan KONI juga memastikan output dari ajang ini terpantau langsung oleh pemandu bakat nasional.
Mengusung semangat Sport for All, Sport for Excellence, Muhammadiyah Games 2026 diproyeksikan menjadi magnet baru bagi sponsor nasional. Fokus utama tetap pada penciptaan ekosistem olahraga yang mempertemukan nilai-nilai iman dengan prestasi dunia.