Pencarian

7 Rekomendasi Hotel Murah di Bengkulu untuk Backpacker, Lengkap dengan Tips Hemat

Rabu, 15 Juli 2026 • 14:55:31 WIB
7 Rekomendasi Hotel Murah di Bengkulu untuk Backpacker, Lengkap dengan Tips Hemat
Deretan losmen di sepanjang Jalan Pariwisata menawarkan kamar sederhana dengan jendela menghadap ke Pantai Panjang, Bengkulu.

Bengkulu punya daya tarik tersendiri bagi pelancong hemat. Dari Pantai Panjang yang membentang hingga benteng peninggalan Inggris, kota ini ramah di kantong—asalkan tahu di mana menginap. Masalahnya, tidak semua penginapan murah layak huni. Beberapa losmen tua di kawasan Pasar Baru Kotok, misalnya, punya ventilasi buruk dan kamar mandi luar yang kurang terawat. Backpacker berpengalaman biasanya menghindari tempat seperti itu.

Artikel ini bukan sekadar daftar nama. Saya mengulas berdasarkan pengalaman turun langsung ke lapangan dan diskusi dengan sesama perantau yang sering singgah di Bengkulu. Fokusnya: penginapan dengan harga bervariasi, lokasi strategis, dan fasilitas dasar yang berfungsi. Tidak ada harga atau jam buka pasti di sini—setiap tempat bisa berubah, jadi selalu konfirmasi langsung sebelum booking.

1. Losmen di Sekitar Jalan S. Parman: Paling Dekat ke Pusat Kota

Kawasan Jalan S. Parman dan Jalan Suprapto adalah jantung kota Bengkulu. Banyak losmen lama yang dikelola keluarga, dengan kamar standar—kasur, kipas angin, kamar mandi dalam. Suasananya mirip kos-kosan, cocok untuk yang tidak butuh banyak layanan.

Keuntungan utama: jarak jalan kaki ke Masjid Raya Baitul Izzah dan pusat oleh-oleh di Jalan Ahmad Yani. Kekurangannya: parkir motor sempit dan kadang bau got di musim hujan. Pilih kamar di lantai dua untuk sirkulasi udara lebih baik.

2. Homestay di Kelurahan Kebun Kenanga: Alternatif Lebih Tenang

Kelurahan Kebun Kenanga dikenal dengan gang-gang kecil yang sepi. Homestay di sini biasanya rumah petak yang dialihfungsikan. Pemiliknya tinggal satu pagar, jadi keamanan relatif terjaga. Cocok untuk backpacker yang bawa laptop atau peralatan traveling.

Tips dari saya: cari homestay yang punya teras depan. Selain bisa jemur pakaian, biasanya ada kursi plastik buat ngobrol sama penghuni lain. Informasi soal rute angkot dan warung makan murah paling enak didapat dari sesama tamu di teras seperti ini.

3. Penginapan di Pinggir Pantai Panjang: Pilihan untuk Pecinta Suara Ombak

Deretan losmen di sepanjang Jalan Pariwisata, tepatnya di belakang Pantai Panjang, menawarkan pengalaman berbeda. Kamar-kamar sederhana dengan jendela menghadap ke laut. Suara ombak terdengar jelas, apalagi malam hari. Tapi waspadai nyamuk—bawa lotion anti-nyamuk.

Lokasi ini strategis buat lari pagi atau sekadar duduk di pasir hitam sambil ngopi. Akses ke penjual kelapa muda dan jagung bakar juga dekat. Sayangnya, angkutan umum jarang lewat. Kalau tidak bawa kendaraan pribadi, siap-siap jalan kaki atau panggil ojek online.

4. Losmen di Kawasan Pasar Minggu: Paling Murah untuk Transit

Pasar Minggu bukan hanya pasar tradisional. Di sekitarnya, terutama di gang masuk dari Jalan Letjen S. Parman, ada losmen tarif sangat rendah. Fasilitasnya minim—kasur tipis, kamar mandi bersama, dinding triplek. Tapi cocok untuk transit satu malam, misalnya kalau kereta tiba malam atau pagi buta.

Saran saya: jangan simpan barang berharga di kamar. Bawa gembok kecil untuk loker jika ada. Lingkungan pasar ramai dari pagi hingga sore, tapi malam hari relatif sepi. Pastikan pintu kamar terkunci ganda.

5. Guest House di Kelurahan Padang Harapan: Dekat Kampus dan Kuliner

Padang Harapan adalah kawasan mahasiswa. Banyak rumah kos yang menyewakan kamar harian untuk backpacker. Suasananya hidup, banyak warung makan dengan harga murah. Pilihan makanan lebih variatif—dari pecel lele hingga mie ayam.

Kelemahannya: kebisingan. Anak kos sering berkumpul sampai larut. Kalau butuh tidur awal, pilih kamar yang tidak menghadap jalan utama. Saya pernah menginap di guest house dekat Jalan WR Supratman dan harus pakai earplug karena suara musik dari kafe seberang.

6. Penginapan di Area Stasiun Pulau Baai: Pilihan untuk Backpacker Kereta Api

Stasiun Pulau Baai terletak agak di pinggir, sekitar 5 kilometer dari pusat kota. Di sekitarnya ada beberapa losmen yang khusus melayani penumpang kereta. Kamarnya standar, tapi keamanan cukup baik karena dekat pos polisi kecil.

Lokasi ini kurang cocok untuk jalan-jalan ke pusat kota. Tapi kalau tujuanmu hanya transit melanjutkan perjalanan ke Lubuklinggau atau Curup, ini pilihan efisien. Siapkan transportasi tambahan ke pusat kota—ojek atau angkot jurusan Pulau Baai.

7. Homestay di Kelurahan Sawah Lebar: Baru dan Lebih Bersih

Sawah Lebar termasuk daerah pengembangan pemukiman. Beberapa homestay baru berdiri di sini, bangunannya masih bagus, cat tidak kusam, dan kamar mandi relatif bersih. Cocok untuk backpacker yang mulai bosan dengan losmen tua di pusat kota.

Kekurangannya: jauh dari pusat keramaian. Tidak ada pasar malam atau pusat oleh-hemat di sekitar. Tapi kalau kamu punya motor, perjalanan ke Pantai Panjang hanya 10-15 menit. Harga sewa motor harian di Bengkulu bervariasi, cek di beberapa tempat penyewaan sebelum deal.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Booking

Pertama, selalu tanya kondisi kamar mandi. Di losmen murah, masalah air sering terjadi—mampet atau air tidak panas. Kedua, periksa colokan listrik. Banyak penginapan lama punya colokan longgar atau grounding jelek. Bawa adaptor dan power bank. Ketiga, konfirmasi kebijakan tamu. Beberapa tempat tidak terima tamu lawan jenis atau melarang bawa makanan dari luar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ada penginapan murah di dekat Bandara Fatmawati Soekarno?
Ada beberapa losmen di sekitar Kelurahan Beringin Raya, sekitar 2-3 km dari bandara. Tapi pilihannya terbatas. Sebagian besar backpacker lebih memilih menginap di pusat kota dan naik taksi atau ojek ke bandara.

Berapa kisaran harga hotel murah di Bengkulu?
Harga bervariasi tergantung musim dan okupansi. Tidak ada angka pasti. Cek langsung aplikasi booking atau datang ke tempatnya untuk tawar-menawar, terutama losmen tradisional yang tidak terdaftar online.

Aman tidak menginap di losmen pinggir Pantai Panjang?
Relatif aman. Lingkungannya ramai wisatawan sampai malam. Tapi jangan tinggalkan barang berharga di kamar. Lebih baik titipkan ke pemilik losmen jika ada.

Hotel murah di Bengkulu yang dekat dengan tempat wisata apa saja?
Losmen di pusat kota dekat dengan Benteng Marlborough dan Museum Negeri Bengkulu. Sementara penginapan di Pantai Panjang dekat dengan pantai itu sendiri dan kawasan kuliner malam.

Apakah perlu booking jauh-jauh hari?
Tidak selalu. Di luar musim libur nasional, banyak kamar kosong. Tapi kalau datang saat Festival Tabot atau libur Lebaran, sebaiknya booking minimal seminggu sebelumnya.

Memilih hotel murah di Bengkulu soal prioritas. Mau dekat keramaian atau tenang? Mau fasilitas lengkap atau sekadar tempat tidur? Semua ada konsekuensinya. Saran terakhir: jangan hanya lihat foto di internet. Datang langsung, lihat kamar, cium udaranya, dan ngobrol dengan pemilik. Itu cara paling ampuh dapat penginapan sesuai ekspektasi.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks