Pencarian

DJPb Bengkulu Buka Akses Modal Legal bagi UMKM, Sediakan Pendampingan dan Pinjaman Tanpa Agunan

Senin, 08 Juni 2026 • 15:58:32 WIB
DJPb Bengkulu Buka Akses Modal Legal bagi UMKM, Sediakan Pendampingan dan Pinjaman Tanpa Agunan
Kanwil DJPb Bengkulu sosialisasikan akses modal legal dan pendampingan bagi UMKM.

BENGKULU — Akses permodalan yang mudah dan legal menjadi kendala klasik bagi pelaku UMKM di Bengkulu. Kekhawatiran terhadap proses rumit dan syarat agunan yang memberatkan kerap membuat mereka bertahan di jeratan rentenir. Menjawab persoalan itu, Kanwil DJPb Bengkulu menggelar sosialisasi akses pembiayaan resmi yang difasilitasi pemerintah.

"Banyak pelaku usaha yang selama ini ragu meminjam modal di lembaga formal karena khawatir dengan proses yang rumit atau syarat agunan yang memberatkan," ujar Kepala Kanwil DJPb Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardhana, di Kota Bengkulu, Senin.

Skema Pinjaman Tanpa Agunan untuk Perempuan Usaha

Salah satu program yang diperkenalkan adalah PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). Kepala Area PT PNM Kota Bengkulu, Rahma Yulisa, menjelaskan program ini dirancang khusus untuk perempuan yang memiliki usaha produktif. Plafon pinjaman yang ditawarkan mulai dari Rp2 juta hingga Rp10 juta, tanpa memerlukan jaminan fisik.

"Nasabah tidak hanya diberikan modal, tetapi juga mendapatkan pendampingan usaha berkelanjutan, pendidikan karakter, serta perlindungan asuransi jiwa," kata Rahma.

Sistem Tanggung Renteng Gantikan Agunan Bank

Skema pembiayaan ini mengadopsi sistem tanggung renteng berkelompok. Mekanisme itu mengedepankan semangat gotong royong dan kedisiplinan antaranggota, alih-alih meminta agunan individual. Dengan sistem ini, risiko kredit macet ditekan melalui pengawasan bersama dalam satu kelompok usaha.

Irfan menegaskan bahwa pihaknya hadir sebagai sahabat UMKM di daerah. Menurutnya, UMKM merupakan penggerak utama perekonomian Bengkulu yang layak mendapat dukungan penuh dari negara.

UMKM Bengkulu Didorong Tinggalkan Rentenir

Pemerintah meminta masyarakat menjauhi jeratan pinjaman ilegal dan mulai mengoptimalkan program pembiayaan resmi yang profesional serta bebas biaya pengajuan. Langkah ini sejalan dengan tema pemberdayaan UMKM tahun 2026 yang difokuskan pada pendampingan untuk peningkatan kapasitas usaha.

Irfan berharap sinergi dengan perbankan bisa menghapus mitos bahwa meminjam modal itu sulit. "Saatnya UMKM se-Bengkulu raya bangkit, memperluas jangkauan usahanya, dan menjadi pahlawan ekonomi yang mandiri dan berdaya saing," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks