Pencarian

Harga Cabai Merah Dorong Inflasi Bengkulu ke 3,01 Persen, TPID Perkuat Strategi 4K

Selasa, 09 Juni 2026 • 15:45:02 WIB
Harga Cabai Merah Dorong Inflasi Bengkulu ke 3,01 Persen, TPID Perkuat Strategi 4K
Rapat koordinasi TPID Bengkulu membahas strategi pengendalian inflasi yang mencapai 3,01 persen.

BENGKULU — Rapat Koordinasi High Level Meeting TPID Provinsi Bengkulu digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia pada Selasa (9/6/2026). Pertemuan itu dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wahyu Yuwana Hidayat, serta jajaran dari BPS dan instansi terkait.

Herwan Antoni menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga vertikal, distributor, dan pelaku usaha menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Komoditas Pemicu Inflasi: Cabai Merah dan Minyak Goreng

Berdasarkan data terbaru, inflasi year on year (yoy) Provinsi Bengkulu tercatat sebesar 3,01 persen. Secara bulanan (mtm), kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 1,85 persen dengan kontribusi terhadap inflasi keseluruhan mencapai 0,61 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, memaparkan bahwa cabai merah menjadi faktor utama pendorong inflasi. Lonjakan harga terjadi akibat berkurangnya pasokan dari sentra produksi hortikultura karena curah hujan tinggi yang menurunkan kualitas dan volume panen.

"Komoditas cabai merah menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan inflasi dengan andil sebesar 0,43 persen. Selain itu, minyak goreng turut memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,06 persen," ujar Wahyu dalam paparannya.

Kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi oleh meningkatnya harga crude palm oil (CPO) di pasar internasional, ditambah biaya distribusi dan pengemasan yang lebih tinggi. Sebaliknya, daging ayam ras justru membantu menahan laju inflasi dengan kontribusi negatif sebesar 0,11 persen, karena produksi peternakan meningkat dan pasokan dari daerah lain bertambah.

Empat Daerah Jadi Fokus Pemantauan

TPID memberikan perhatian khusus pada Indeks Perkembangan Harga (IPH) di empat kabupaten: Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Tengah, dan Bengkulu Selatan. Keempat wilayah ini memiliki pengaruh signifikan terhadap dinamika harga komoditas pangan strategis di Bengkulu.

Sebanyak 20 komoditas utama dipantau secara berkala, termasuk bawang merah, cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit merah, dan cabai rawit hijau. Seluruh komoditas itu memiliki kontribusi terhadap laju inflasi daerah.

Langkah Antisipasi dan Aplikasi Pemantau Harga

Untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pada bulan-bulan mendatang, TPID Bengkulu menyiapkan sejumlah langkah strategis. Operasi pasar dan pasar murah akan digelar, diperkuat dengan koordinasi lintas sektor serta pemetaan komoditas penyumbang inflasi di setiap kabupaten dan kota.

Masyarakat dapat memantau perkembangan harga kebutuhan pokok secara langsung melalui aplikasi Ben Connect. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, menyebutkan aplikasi tersebut menyajikan informasi harga komoditas secara real time.

Rapat koordinasi ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai simbol komitmen bersama seluruh anggota TPID dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di Provinsi Bengkulu secara berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: teropongpublik.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks