REJANG LEBONG — Baznas Rejang Lebong tidak hanya menghimpun dana umat, tetapi juga memastikan penyalurannya tepat sasaran. Ketua Baznas Rejang Lebong, Ahmad Supani, mengatakan pihaknya sedang mematangkan draf kerja sama dengan Pemkab Rejang Lebong untuk mengoptimalkan tata kelola ZIS.
"Kami sedang menyusun draf kerja sama dengan Pemkab Rejang Lebong untuk mengoptimalkan pengelolaan ZIS sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas," kata Ahmad Supani di Rejang Lebong, Rabu.
Lima Program Prioritas Penyaluran Dana ZIS
Dana ZIS yang terkumpul—dihimpun dari pegawai negeri sipil (PNS) dan masyarakat umum—disalurkan melalui lima program tematik. Pertama, Rejang Lebong Sehat, yang fokus membantu biaya pengobatan warga kurang mampu. Kedua, Rejang Lebong Cerdas, untuk biaya pendidikan siswa prasejahtera.
Selanjutnya, Rejang Lebong Peduli mencakup bantuan bagi korban bencana, warga telantar, program bedah rumah, serta pembinaan mualaf. Program keempat, Rejang Lebong Taqwa, dialokasikan untuk bantuan dai, perbaikan sarana ibadah, dan kegiatan syiar Islam. Kelima, Rejang Lebong Sejahtera, diarahkan pada pengembangan usaha produktif dan sektor pertanian.
Proses Hukum dan Administrasi Segera Rampung
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Rejang Lebong, Darmansyah, menyatakan draf kesepakatan bersama antara Baznas dan pemkab saat ini sudah dalam tahap pembahasan teknis. Dokumen itu akan memuat maksud dan tujuan, objek kerja sama, ruang lingkup, jangka waktu, pembiayaan, hingga mekanisme korespondensi.
"Setelah pembahasan draf selesai, dokumen akan segera disampaikan kepada Plt Bupati Rejang Lebong untuk ditandatangani oleh kedua belah pihak," ujar Darmansyah.
Setelah penandatanganan nota kesepakatan, kedua pihak akan menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mengatur teknis pelaksanaan secara lebih rinci—mulai dari perencanaan, penghimpunan, distribusi, hingga pendayagunaan dana ZIS.
Potensi ZIS Belum Tergarap Maksimal
Ahmad Supani berharap kerja sama ini bisa memaksimalkan potensi penghimpunan dan pendayagunaan ZIS di Rejang Lebong. Selama ini, penerimaan Rp 280 juta per bulan dinilai masih bisa ditingkatkan jika tata kelola dan jangkauan sosialisasi diperluas.
"Kami optimistis, dengan dukungan pemkab, manfaat ZIS bisa dirasakan lebih banyak warga, terutama yang berada di pelosok," pungkasnya.