KOTA BENGKULU — Lomba panjat pinang dan balap karung mulai ditinggalkan. Pemerintah Kota Bengkulu menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan paling bawah untuk mengubah wajah perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan mengedepankan permainan tradisional dan nilai gotong royong khas daerah.
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi. Ia meminta camat, lurah, serta ketua RT dan RW untuk merancang perlombaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik warga, khususnya generasi muda.
Alasan Tradisi Lokal Jadi Tema Utama Agustusan
Dedy menegaskan bahwa pengintegrasian budaya daerah dalam lomba kemerdekaan menjadi langkah strategis. Hal ini dinilai penting untuk membangkitkan kesadaran kolektif warga terhadap nilai-nilai luhur kebangsaan di tengah perkembangan era digital.
"Kita ajak warga untuk menyelenggarakan kegiatan perlombaan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal dan budaya tradisional di masing-masing wilayah yang sejalan dengan program prioritas pemerintah," kata Dedy dalam keterangannya, Senin.
Menurutnya, tradisi gotong royong dan beragam permainan tradisional mampu memperkuat interaksi sosial antarwarga. Langkah ini sekaligus menjadi tameng untuk mengurangi dampak individualisme yang kerap muncul di kalangan anak muda akibat paparan gawai.
Momentum Gen Z Mengenal Permainan Tradisional
Pergeseran tema lomba ini diharapkan menjadi media efektif bagi generasi muda untuk mengenal warisan budaya. Dedy menilai peringatan Hari Kemerdekaan tidak lagi cukup hanya menjadi tontonan, melainkan harus menjadi gerakan bersama dalam menjaga persatuan.
"Perlombaan berbasis budaya daerah diharapkan dapat menjadi media bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan tradisi lokal," ujarnya.
Pemerintah kota berkomitmen menghadirkan kemeriahan yang menyentuh akar rumput. Nilai-nilai tradisi yang diangkat dalam setiap perlombaan diharapkan mampu membangkitkan solidaritas sosial dan mendorong kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
UMKM Lokal Diprediksi Kebagian Cuan Selama Perlombaan
Dampak ekonomi juga menjadi perhatian dalam penyelenggaraan lomba tahun ini. Dedy menyebut rangkaian acara yang melibatkan banyak peserta dan pengunjung akan membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya.
Keramaian yang terjadi di setiap lingkungan RT dan RW selama perayaan dipastikan meningkatkan transaksi jual-beli. Hal ini menjadi berkah tersendiri bagi pedagang lokal yang selama ini mengandalkan momen hari besar untuk meraup keuntungan.
Ia pun meminta seluruh penyelenggara di tingkat kecamatan hingga lingkungan untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Jaminan kenyamanan ini penting agar masyarakat dapat merayakan Hari Kemerdekaan dengan sukacita tanpa gangguan.
"Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen tidak hanya menghadirkan kemeriahan seremonial, tetapi juga menyentuh akar rumput melalui pelestarian nilai-nilai tradisi," kata Dedy menegaskan.