BENGKULU — Kombes Pol Mochammad Hasan, S.I.K., M.H., memulai masa tugasnya sebagai Dirlantas Polda Bengkulu dengan agenda kerja yang padat. Ia menargetkan seluruh jajaran Polres di 10 kabupaten/kota selesai dikunjungi dalam waktu dekat untuk melihat langsung kondisi infrastruktur jalan dan pola lalu lintas di lapangan.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Data awal yang ia terima menunjukkan sejumlah ruas jalan di Bengkulu masih menjadi titik rawan kecelakaan, terutama di jalur perbatasan antarprovinsi. "Saya pertama kali harus mengenal wilayah saya. Saat ini saya sudah mengunjungi lima polres dan masih ada lima polres lagi yang akan saya datangi dalam waktu satu minggu ke depan," ujarnya.
Jalur Perbatasan Kaur-Lampung Jadi Sorotan Utama
Dari semua wilayah yang masuk radar, Kabupaten Kaur menjadi prioritas pengecekan. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Lampung ini dinilai memiliki tingkat kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi dan kerap menelan korban jiwa.
Hasan berencana melakukan kunjungan kerja khusus ke daerah tersebut. "Saya akan berangkat ke Kaur dan bermalam di sana. Saya ingin mengecek langsung ruas jalan yang berdasarkan informasi dan data yang saya terima merupakan daerah rawan kecelakaan, bahkan sering menimbulkan korban meninggal dunia," ungkapnya.
Peninjauan Mencakup Perbatasan Sumsel, Jambi, hingga Sumbar
Pengecekan lapangan yang dilakukan tidak hanya terbatas di perkotaan. Seluruh ruas jalan yang menjadi akses penghubung antarprovinsi akan diinspeksi, termasuk jalur yang berbatasan dengan Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, dan Riau.
"Saya ingin melihat langsung bagaimana kondisi jalan di wilayah kita, sehingga bisa diketahui persoalan apa saja yang harus segera ditangani demi memberikan rasa aman dan keselamatan kepada masyarakat," kata Hasan. Hasil pemetaan ini nantinya akan menjadi dasar penentuan kebijakan dan penanganan di lapangan.
Balap Liar di Kabupaten Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Selain persoalan infrastruktur, Ditlantas Polda Bengkulu juga menyoroti aktivitas balap liar yang masih ditemukan di sejumlah kabupaten. Hasan mengakui kegiatan ini masih sulit diberantas, terutama di daerah yang memiliki ruas jalan lurus dan minim pengaman.
Kondisi berbeda terjadi di Kota Bengkulu. Menurutnya, keberadaan polisi tidur di beberapa ruas jalan terbukti cukup efektif menekan ruang gerak pelaku balap liar. "Memang masih ada beberapa daerah, khususnya di kabupaten, yang dijadikan lokasi balap liar. Kalau di Kota Bengkulu, dengan banyaknya polisi tidur di beberapa ruas jalan, balap liar relatif tidak terlalu berkembang," jelasnya.
Langkah selanjutnya, jajaran Ditlantas akan berkoordinasi dengan Polres setempat untuk menentukan titik rawan yang membutuhkan penambahan rambu, penerangan jalan, hingga pengaturan kecepatan kendaraan. Fokus utama tetap pada upaya menekan angka fatalitas kecelakaan di seluruh wilayah hukum Polda Bengkulu.