KOTA BENGKULU — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu memastikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menyasar seluruh peserta didik tanpa terkecuali, baik di sekolah negeri maupun swasta. Pemeriksaan yang menyasar anak usia 7 hingga 15 tahun ini dilakukan bertahap di semua satuan pendidikan, termasuk tingkat SMA.
Kepala Dinkes Kota Bengkulu Nelli Hartati mengatakan, pemilihan sekolah dengan jumlah siswa besar menjadi prioritas utama untuk mempercepat capaian program. Langkah ini sekaligus bertujuan memetakan kondisi kesehatan anak secara menyeluruh di lingkungan sekolah.
Masalah Gigi hingga Gangguan Penglihatan Mendominasi
Dari hasil pemeriksaan awal, Dinkes Kota Bengkulu mulai mengidentifikasi sejumlah keluhan kesehatan yang paling sering ditemukan pada pelajar. Masalah gigi, penyakit kulit, dan gangguan penglihatan menjadi catatan dominan yang akan menjadi dasar penentuan program penanganan berikutnya.
"Seluruh sekolah baik negeri maupun swasta menjadi sasaran. Kami mulai dari usia 7 tahun sampai sekitar 15 tahun, sehingga anak SMA juga menjadi sasaran pemeriksaan," ujar Nelli di Kota Bengkulu, Jumat.
Target Capaian 46 Persen dan Integrasi dengan BIAS
Hingga awal Agustus 2026, realisasi CKG di Kota Bengkulu baru mendekati 40 persen dari target nasional. Dinkes menargetkan capaian tersebut terus meningkat hingga memenuhi angka minimal 46 persen dari total jumlah penduduk yang menjadi sasaran program.
Program ini tidak berhenti pada pemeriksaan awal. Dinkes Kota Bengkulu bakal mengintegrasikan CKG dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dijadwalkan berlangsung sepanjang Agustus 2026.
Imunisasi tersebut menyasar siswa kelas 1, kelas 2, serta siswi kelas 5 yang menjadi sasaran program nasional. Dengan integrasi ini, satu kunjungan petugas kesehatan ke sekolah diharapkan mampu mencakup dua layanan sekaligus secara efisien.
Pemetaan Kesehatan untuk Penanganan Tepat Sasaran
Pemkot Bengkulu berharap program ini tidak sekadar mengejar angka nasional. Hasil pemetaan kondisi kesehatan anak sekolah dinilai krusial untuk menentukan langkah penanganan yang lebih cepat dan tepat sasaran di masa mendatang.
"Pemkot Bengkulu berharap Program CKG tidak hanya mampu memenuhi target nasional. Tetapi juga memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan anak-anak sekolah sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran," kata Nelli.
Dengan data yang terkumpul dari seluruh satuan pendidikan, Dinkes dapat merancang intervensi kesehatan yang lebih spesifik, alih-alih menerapkan kebijakan umum yang sama untuk semua sekolah.