BENGKULU — Aktivitas ekspor dari Pelabuhan Pulau Baai mulai bergerak kembali, namun belum optimal. Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal menyebut salah satu pekerjaan rumah terbesar adalah mengalihkan pengiriman CPO yang selama ini masih dilakukan melalui pelabuhan di luar daerah.
“Ekspor sudah mulai bergerak di Pulau Baai. Tinggal bagaimana mengoptimalkannya lagi. Misalnya ekspor CPO yang selama ini masih dilakukan melalui pelabuhan di luar Bengkulu, apakah bisa diarahkan melalui Pulau Baai,” kata Win Rizal di Bengkulu, Kamis.
Normalisasi Alur Pelabuhan Jadi Titik Balik
Kembali normalnya operasional Pelabuhan Pulau Baai menjadi modal utama. Pemerintah pusat sebelumnya melakukan pengerukan alur yang sempat mengalami pendangkalan dan mengisolasi aktivitas pelayaran sejak 2025.
Kapal-kapal berukuran besar kini sudah bisa keluar-masuk kembali. Pengerukan pun masih terus berlanjut hingga kedalaman sekitar minus 12 meter untuk menambah kapasitas layanan.
Efek Berganda bagi Sektor Usaha Lokal
Win Rizal menegaskan bahwa peningkatan ekspor dari Pulau Baai tidak sekadar soal pengiriman barang. Dampaknya akan terasa ke berbagai lini usaha, mulai dari logistik, distribusi, transportasi, hingga pergudangan.
“Semakin besar aktivitas ekspor yang terpusat di Pelabuhan Pulau Baai, semakin besar pula perputaran ekonomi yang terjadi di Bengkulu,” ujarnya.
Manfaat ini dinilai bakal dinikmati pelaku usaha, UMKM yang tumbuh di sekitar pelabuhan, serta masyarakat Provinsi Bengkulu secara luas.
Peluang Menarik Ekspor dari Daerah Sekitar
Dengan kapasitas pelabuhan yang kini lebih baik, peluang menjadikan Pulau Baai sebagai pintu utama ekspor komoditas asal Bengkulu semakin terbuka. Hal ini juga berpotensi menarik aktivitas ekspor dari daerah sekitar untuk ikut dikirim melalui pelabuhan tersebut.
Semakin banyak komoditas yang diekspor, semakin besar pula nilai tambah yang tercipta dan menggerakkan perekonomian Bengkulu secara keseluruhan.