JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan Presiden Prabowo Subianto belum berencana melakukan perombakan susunan Kabinet Merah Putih. Hal itu disampaikan Prasetyo saat ditanyai ihwal nama pengganti Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamenimipas) dan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) yang saat ini tengah kosong.
"Belum, belum. Sampai hari ini belum ada rencana untuk adanya reshuffle," kata Juru Bicara Presiden itu dalam jumpa pers usai rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.
Dua Kursi Menteri yang Masih Lowong
Saat ini terdapat dua posisi wakil menteri yang belum terisi. Kursi Wamenimipas kosong sejak Silmy Karim ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dugaan pemerasan pada Juni 2026 lalu.
Sementara itu, posisi Wamentan ditinggalkan Sudaryono setelah ia dilantik menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada akhir Juli 2026. Sudaryono memastikan dirinya melepaskan jabatan lamanya agar tidak terjadi rangkap jabatan, namun hingga kini belum ada nama baru yang mengisi posisi tersebut.
Evaluasi Kinerja Berjalan, Belum Tentu Berujung Reshuffle
Prasetyo menegaskan bahwa proses evaluasi terhadap kinerja para menteri terus berjalan secara rutin. Namun, ia menekankan bahwa pengawasan tersebut tidak selalu berujung pada perombakan kabinet.
"Sebagaimana yang sering kami sampaikan bahwa proses evaluasi atau pengawasan itu tidak selalu kemudian berujung dengan adanya reshuffle," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7).
Menurut Mensesneg, Presiden memiliki parameter tersendiri dalam mengevaluasi kinerja kementerian maupun para pejabat melalui koordinasi, pemantauan, dan pemberian masukan secara berkala. Selain capaian kinerja, aspek komunikasi publik para menteri juga menjadi bagian penting dari penilaian tersebut.
Apabila terdapat penyampaian kepada publik yang kurang tepat, hal tersebut akan menjadi catatan tersendiri untuk diperbaiki. Meski demikian, Prasetyo menegaskan jika pun ada rencana reshuffle, Presiden akan memprioritaskan pengisian jabatan yang saat ini masih kosong terlebih dahulu.