Pencarian

Enlit Asia dan Electricity Connect 2026 Dibuka, 11.000 Profesional Energi Hadir

Selasa, 22 September 2026 • 15:50:31 WIB
Enlit Asia dan Electricity Connect 2026 Dibuka, 11.000 Profesional Energi Hadir
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka Enlit Asia dan Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (22/9/2026).

BENGKULU — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (22/9/2026). Ajang tiga hari ini mempertemukan lebih dari 11.000 profesional energi dan 280 exhibitor internasional untuk membahas ketahanan sistem kelistrikan ASEAN. Indonesia menegaskan tetap konsisten mengejar target net zero emission 2050–2060 meski sejumlah negara lain mundur dari Paris Agreement.

Pembukaan acara itu dihadiri Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dan Director of Distribution PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri. Turut hadir Portfolio Director Enlit Asia–Clarion Events Simon Hoare. Pameran berlangsung hingga 24 September 2026 dengan tema "Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience".

Pemerintah, perusahaan utilitas, pelaku industri, investor, akademisi, dan penyedia teknologi duduk dalam satu forum. Fokusnya satu: bagaimana membangun sistem energi yang tangguh di tengah lonjakan kebutuhan listrik, pertumbuhan industri, dan percepatan infrastruktur digital.

Indonesia Tetap Pegang Komitmen NZE

Bahlil menyampaikan posisi Indonesia secara tegas di hadapan peserta forum. Menurutnya, arahan Presiden Prabowo Subianto tidak berubah meski dinamika politik iklim global bergeser.

"Forum ini menurut saya sangat penting untuk menyampaikan ini. Sekalipun negara-negara lain keluar daripada Paris Agreement untuk net zero emission dengan menggantikan fosil mereka kepada energi baru terbarukan, Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada kita bahwa Indonesia, sekalipun negara yang hebat-hebat itu keluar, Indonesia tetap akan konsisten untuk memenuhi target net zero emission kita di 2050 sampai dengan 2060," ujar Bahlil.

Pernyataan itu muncul di tengah kebutuhan Indonesia menjaga ketahanan sekaligus kemandirian energi. Bahlil menekankan agenda transisi energi baru terbarukan (EBT) harus berjalan seiring kepentingan ketahanan energi nasional, bukan mengorbankan salah satunya.

Permintaan Listrik ASEAN Naik, Data Center Jadi Pendorong

Simon Hoare menilai kolaborasi Enlit Asia dengan Electricity Connect tahun ini menggabungkan kekuatan sektor ketenagalistrikan Indonesia dengan komunitas energi ASEAN dan internasional. Kebutuhan listrik di Asia Tenggara terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan industri.

Perkembangan data center dan infrastruktur digital menjadi faktor pendorong tambahan yang belum pernah sebesar sekarang. Negara-negara ASEAN pun menambah kapasitas energi terbarukan, memperkuat jaringan listrik, dan mengembangkan beragam teknologi agar pasokan tetap andal serta terjangkau.

"Indonesia berada di pusat dari berbagai perubahan ini. Enlit Asia mempertemukan para pembuat kebijakan, operator sistem ketenagalistrikan, pengembang proyek, investor, dan penyedia teknologi agar mereka dapat berbagi pengalaman praktis dan membahas berbagai tantangan yang dihadapi industri," kata Simon.

Agenda Tiga Hari: dari Grid Modernisation sampai Forum Nuklir

Lebih dari 300 pembicara dari perusahaan utilitas, pemerintah, perusahaan teknologi, dan organisasi internasional mengisi rangkaian acara. Selama tiga hari, agenda mencakup Strategic Summit, Knowledge Hubs, forum khusus, pameran teknologi, hingga business matching.

Strategic Summit terbagi dalam empat jalur konferensi: Grid Modernisation, Clean & Thermal Generation, Powering Industries & Decarbonisation, serta Digitalisation & AI. Pembahasan mencakup sektor ketenagalistrikan dari hulu ke hilir, mulai dari pembangkitan, transmisi dan distribusi, modernisasi jaringan, digitalisasi, hingga pemanfaatan teknologi baru.

Sejumlah forum khusus juga digelar, antara lain Nickel Power Forum, 2nd Nuclear Forum, Clean Energy Investor Agora, serta DC X POWER (Data Center Power Forum) yang baru diperkenalkan tahun ini. Rangkaian pertemuan tingkat tinggi mempertemukan pemerintah, CEO perusahaan utilitas, regulator energi, dan organisasi internasional.

Isu yang dibahas meliputi ketahanan energi regional, investasi infrastruktur, kerja sama ketenagalistrikan lintas negara, serta kebijakan yang membentuk masa depan sistem kelistrikan ASEAN. Bagi pelaku industri dalam negeri, forum ini menjadi jalur langsung menjangkau investor dan mitra teknologi global tanpa harus keluar negeri.

Posisi Indonesia sebagai tuan rumah dinilai strategis. Di saat permintaan listrik kawasan melonjak dan transisi energi berjalan tidak merata antarnegara, ajang ini menempatkan Indonesia di pusat perdebatan soal bagaimana sistem energi ASEAN dibangun agar andal, terjangkau, dan berkelanjutan.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks