BENGKULU — PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi hingga Sabtu, 23 Mei 2026. Kebijakan yang berlaku saat ini masih merujuk pada perubahan yang ditetapkan sejak 4 Mei 2026 lalu, mencakup seluruh produk dari Pertamax hingga Pertamina Dex.
Dari data resmi Pertamina, Dexlite mencatat kenaikan paling signifikan dibanding produk nonsubsidi lain. Di wilayah Jawa dan Bali, harga per liternya mencapai Rp 26.000. Sementara di Riau dan Kalimantan Selatan, harganya lebih tinggi, yakni Rp 27.150 per liter.
Perbedaan ini bukan tanpa sebab. Setiap provinsi memiliki tarif PBBKB yang berbeda, sehingga harga akhir di SPBU pun bervariasi. Untuk wilayah Free Trade Zone (FTZ) seperti Sabang dan Batam, harga cenderung lebih rendah karena regulasi khusus.
Berikut rincian harga BBM nonsubsidi per 23 Mei 2026 di sejumlah wilayah:
Selisih harga antarprovinsi bukan karena kesalahan sistem, melainkan kebijakan fiskal daerah. PBBKB adalah pajak yang dipungut pemda dan besarannya berbeda-beda. Akibatnya, harga Pertamax Turbo di DKI Jakarta bisa lebih murah Rp 850 dibanding di Riau.
Bagi pengguna kendaraan yang kerap bepergian antarprovinsi, perbedaan ini patut diperhitungkan. Mengecek harga di SPBU tujuan sebelum berangkat bisa membantu mengatur pengeluaran harian.
Hingga akhir Mei 2026, belum ada sinyal perubahan harga dari Pertamina Patra Niaga. Namun, pemantauan rutin tetap disarankan, terutama bagi pengguna Dexlite dan Pertamina Dex yang harganya paling fluktuatif. Pastikan juga stok di SPBU tujuan mencukupi sebelum melakukan perjalanan jauh.