MUKOMUKO — Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan perbaikan infrastruktur di Kabupaten Mukomuko menjadi prioritas utama pada tahun 2026. Rencana rekonstruksi jalan dan jembatan ini disiapkan untuk mengatasi kerusakan parah yang selama ini menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik di wilayah pesisir barat Sumatera tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, melalui pernyataan resmi yang dikutip baru-baru ini, mengonfirmasi bahwa sejumlah ruas jalan dan jembatan di Mukomuko akan masuk dalam daftar proyek strategis tahun depan. Langkah ini merupakan respons atas keluhan masyarakat yang sudah berlarut-larut mengenai kondisi infrastruktur yang memprihatinkan, terutama saat musim hujan.
Meskipun detail teknis masih dalam tahap finalisasi, pemerintah provinsi menyebutkan bahwa titik-titik kritis yang menghubungkan antar-kecamatan dan jalur menuju pusat kota menjadi fokus utama. Beberapa di antaranya merupakan akses vital bagi petani sawit dan karet untuk mengangkut hasil bumi ke pabrik pengolahan.
"Kami sudah melakukan survei dan pemetaan. Tahun 2026, Mukomuko akan mendapatkan porsi anggaran yang signifikan untuk perbaikan infrastruktur dasar," ujar Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa proses perencanaan dan lelang proyek akan dimulai lebih awal agar pengerjaan bisa rampung sesuai target.
Perbaikan jalan dan jembatan di Mukomuko tidak hanya soal kenyamanan berkendara. Selama ini, biaya logistik di daerah tersebut lebih tinggi 20-30 persen dibandingkan daerah lain di Bengkulu akibat kerusakan jalan yang memaksa kendaraan berjalan lambat dan rawan kecelakaan.
Dengan adanya rekonstruksi ini, diharapkan harga kebutuhan pokok bisa lebih stabil dan hasil pertanian petani tidak lagi terpotong biaya transportasi yang mahal. Mukomuko sendiri merupakan salah satu lumbung produksi kelapa sawit dan karet di Provinsi Bengkulu.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko sebelumnya juga telah mendorong Pemprov Bengkulu untuk segera turun tangan. Pasalnya, beberapa jembatan di wilayah tersebut sudah dalam kondisi kritis dan membahayakan pengguna jalan.
Rencana rekonstruksi ini menjadi angin segar bagi warga Mukomuko yang selama bertahun-tahun harus bersabar dengan jalan berlubang dan jembatan yang nyaris ambruk. Semua mata kini tertuju pada realisasi anggaran dan kualitas pengerjaan di lapangan.