BENGKULU — Selama ini, petani di Desa Suka Damai harus merogoh kocek lebih dalam setiap kali musim penghujan tiba. Jalan setapak yang menjadi jalur distribusi jagung, kelapa, dan kakao berubah menjadi kubangan lumpur. Ongkos angkut membengkak karena kendaraan sulit menjangkau lahan. Produktivitas pun terhambat.
Lewat program TJSL, PLN membangun akses jalan yang kokoh di area pertanian warga. Jalan ini kini bisa dilalui kendaraan pengangkut hasil tani langsung ke dekat perkebunan. Dampaknya, biaya angkut turun drastis dan waktu distribusi ke pasar jadi lebih cepat.
“Kami percaya bahwa kemajuan sebuah daerah dimulai dari penguatan ekonomi masyarakat desanya. Pembangunan Jalan Usaha Tani ini bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan membuka akses terhadap kesempatan ekonomi yang jauh lebih luas,” ujar General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (15/4).
Kepala Desa Suka Damai, Yusuf Abubakar Mohi, mengakui bahwa kondisi infrastruktur sebelumnya sangat memengaruhi biaya pengangkutan. Dengan adanya jalan tani ini, kata dia, para petani bisa bernapas lega.
“Rata-rata di sini ketika aksesnya agak sulit maka mempengaruhi biaya pengangkutan, sehingga dengan adanya jalan tani ini sangat membantu dan memberikan dampak positif yang luar biasa bagi para petani,” ungkap Yusuf.
Yusuf menambahkan, hasil bumi utama seperti jagung, kelapa, dan kakao kini bisa diangkut tanpa khawatir ongkos melonjak. Efisiensi ini memberi ruang bagi petani untuk menikmati hasil panen secara lebih utuh.
Usman menegaskan, program ini merupakan wujud komitmen PLN yang tidak hanya berhenti pada penyediaan listrik. Menurutnya, infrastruktur yang layak adalah penggerak roda perekonomian di daerah terpencil.
“Listrik adalah energi yang menggerakkan kehidupan, namun infrastruktur yang layak adalah penggerak roda perekonomian. Kami berharap jalan baru ini menjadi jembatan bagi para petani di Lemito menuju masa depan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi,” tambah Usman.
Pembangunan jalan tani di Desa Suka Damai menjadi salah satu bukti kolaborasi BUMN dengan masyarakat desa yang tepat sasaran. Akses yang dulu menjadi penghambat kini berubah menjadi penghubung antara ladang dan pasar, antara kerja keras di kebun dengan kesejahteraan di rumah.