BENGKULU — Apple resmi merebut kembali posisi perusahaan publik paling bernilai di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. Saham perusahaan yang berbasis di Cupertino ini naik 17 poin dalam sepekan, mendorong valuasi total mendekati USD 4,9 triliun. Pencapaian ini menggeser Nvidia yang sebelumnya memegang rekor sebagai perusahaan pertama yang menembus angka USD 5 triliun.
Pekan lalu menjadi periode yang fluktuatif bagi Apple. Saham sempat turun tipis setelah perusahaan menaikkan harga Mac, iPad, dan lini produk lain secara signifikan akibat kelangkaan RAM global. Namun, pasar merespons positif pada hari-hari berikutnya, mendorong harga saham ke level rekor tertinggi.
Target valuasi USD 5 triliun kini tinggal selangkah lagi. Jika tercapai, Apple akan menjadi perusahaan kedua yang mencapai tonggak tersebut setelah Nvidia.
Di balik kabar valuasi ini, Apple tengah bersiap menghadapi perubahan besar di jajaran direksi. John Ternus akan menggantikan Tim Cook sebagai CEO, dengan masa transisi yang sudah diumumkan resmi tahun ini. Agustus menjadi bulan terakhir Cook menjabat sebagai CEO. Ia akan tetap berada di perusahaan sebagai executive chairman dewan direksi.
Pergantian pucuk pimpinan ini menjadi perhatian analis karena akan menentukan arah pengembangan produk dan strategi harga ke depan, termasuk di pasar Asia Tenggara.
Salah satu pengumuman yang sempat menekan harga saham Apple adalah kenaikan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya pada lini Mac, iPad, dan produk lain. Kenaikan ini dipicu oleh kelangkaan RAM global yang masih berlangsung hingga saat ini.
Bagi konsumen Indonesia, kenaikan harga ini sudah terlihat di toko resmi dan rekanan Apple. Namun, valuasi perusahaan yang melonjak menunjukkan bahwa pasar masih optimis terhadap kemampuan Apple mengelola rantai pasok dan mempertahankan margin keuntungan.
Valuasi perusahaan tidak secara langsung memengaruhi harga eceran produk. Namun, kapitalisasi pasar yang besar memberi Apple fleksibilitas lebih dalam investasi riset dan pengembangan, termasuk layanan berbasis AI dan ekosistem perangkat keras generasi berikutnya.
Untuk pengguna iPhone, iPad, dan Mac di Indonesia, kabar ini lebih relevan sebagai indikator stabilitas perusahaan. Apple diperkirakan akan terus mendorong layanan berbayar seperti Apple Music, iCloud+, dan Apple TV+ yang menjadi pilar pertumbuhan pendapatan di luar penjualan perangkat keras.
Langkah Apple selanjutnya yang dinantikan pasar adalah apakah perusahaan mampu menembus valuasi USD 5 triliun dalam waktu dekat, sekaligus membuktikan bahwa transisi kepemimpinan tidak mengganggu momentum bisnis.