BENGKULU — Valve mulai menghubungi pelanggan Eropa yang membeli Steam Deck atau hardware lainnya melalui email pada Selasa (11/8) waktu setempat. Pemberitahuan itu mengonfirmasi bahwa CEVA Logistics, perusahaan pengiriman asal Prancis yang menangani distribusi hardware Steam di Eropa, menjadi korban serangan siber yang "kemungkinan besar" membocorkan data pelanggan.
Informasi yang berpotensi bocor meliputi nama, alamat jalan, nomor telepon, alamat email, dan detail pesanan. Valve menegaskan bahwa data pembayaran seperti nomor kartu kredit tidak pernah diberikan kepada mitra pengiriman, sehingga informasi akun Steam dan metode pembayaran pengguna dipastikan tetap aman.
Serangan berlangsung pada periode 29 Juli hingga 1 Agustus 2026. Menurut laporan FreightWaves, delapan gudang CEVA Logistics terkena dampak serangan ini, yang juga menyebabkan keterlambatan pengiriman di berbagai negara Eropa untuk mitra ritel lainnya.
Valve baru mengetahui insiden ini pada 7 Agustus. "Akhir pekan kemarin kami mendapatkan detail lebih lanjut yang memungkinkan kami menyusun daftar pelanggan yang berisiko terdampak," ujar perwakilan Valve kepada PC Gamer. "Meskipun CEVA masih melakukan investigasi, kami ingin mengirimkan pemberitahuan kepada semua pelanggan yang kami duga terkena dampak berdasarkan informasi yang kami miliki saat ini."
CEVA Logistics menyimpan data pengiriman pelanggan hingga 90 hari setelah pesanan selesai diproses. Artinya, pelanggan yang melakukan pemesanan dalam tiga bulan terakhir sebelum serangan berpotensi menjadi korban.
Valve memperingatkan pengguna yang terdampak untuk waspada terhadap pesan penipuan yang menyamar sebagai Valve atau perusahaan pengiriman. Serangan phishing semacam ini bisa memanfaatkan data yang bocor untuk membuat pesan terlihat meyakinkan dan kredibel.
Meski demikian, Valve menegaskan pengguna tidak perlu mengganti kata sandi akun Steam mereka. Data yang bocor terbatas pada informasi pengiriman, sehingga tidak ada kaitan langsung dengan keamanan akun pengguna.
CEVA Logistics sendiri menyatakan investigasi menyeluruh masih berlangsung. Valve juga terus menekan CEVA untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai cakupan data yang diambil dan metode serangan yang digunakan, sambil berkoordinasi dengan otoritas perlindungan data di masing-masing negara Eropa.
Bagi pengguna Steam di Indonesia, insiden ini tidak berdampak langsung karena serangan menyasar pelanggan Eropa yang membeli hardware melalui CEVA Logistics. Namun, Valve mengingatkan agar semua pengguna tetap waspada terhadap email atau pesan mencurigakan yang mengatasnamakan Steam atau perusahaan pengiriman.
Jika kamu pernah membeli Steam Deck atau hardware Steam lainnya dan menerima email pemberitahuan dari Valve mengenai insiden ini, periksa kembali riwayat pesananmu dan waspadai komunikasi mencurigakan yang meminta informasi tambahan. Valve tidak akan pernah meminta kata sandi atau informasi pembayaran melalui email.
Hingga berita ini ditulis, Valve masih menunggu hasil investigasi penuh dari CEVA Logistics untuk mengetahui jumlah pasti pengguna yang terdampak dan detail data yang berhasil diambil oleh pelaku serangan.