KOTA BENGKULU — Program penerangan jalan umum (PJU) di Kota Bengkulu terus berjalan. Hingga pertengahan Agustus 2026, sebanyak 620 unit lampu telah terpasang di sejumlah kawasan yang sebelumnya minim penerangan.
Kepala Dishub Kota Bengkulu, Toni Hastri Putra, mengungkapkan bahwa pemasangan dilakukan secara bertahap. Prioritas utama menyasar kawasan perumahan yang selama ini gelap gulita dan lampu jalan yang sudah tidak berfungsi.
Pemasangan PJU ini bukan sekadar estetika kota. Kehadiran lampu di titik-titik strategis diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan menekan potensi tindak kriminalitas pada malam hari.
“Lampu PJU targetnya untuk 2026 ada 1.000 titik yang akan dipasang, dan saat ini sudah hampir 70 persen,” kata Toni Hastri Putra di Bengkulu, Kamis (20/8).
Meski progresnya signifikan, pemasangan lampu untuk sementara waktu terhenti. Hal ini disebabkan kendaraan operasional yang digunakan tim teknis sedang dalam proses perbaikan.
“Untuk sementara pemasangan lampu PJU di Kota Bengkulu terhenti, sebab kendaraan operasional sedang dalam masalah dan saat ini masih dalam proses perbaikan,” ujarnya.
Setiap titik pemasangan tidak dipilih secara asal. Seluruh usulan yang masuk ke pemerintah daerah—baik melalui pesan WhatsApp maupun proposal resmi—harus melewati survei dan kajian teknis oleh tim Dishub.
“Setiap usulan yang masuk akan kami kaji terlebih dahulu. Tim turun langsung melakukan survei lokasi sebelum pemasangan dilakukan. Jika fasilitas pendukung seperti KWH sudah tersedia, maka akan segera kami eksekusi,” jelas Toni.
Pemkot Bengkulu telah menganggarkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk merealisasikan target pemasangan 1.095 unit PJU sepanjang 2026. Program ini merupakan janji Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi untuk menciptakan wajah kota yang lebih terang dan aman.
Ke depan, pemerintah kota juga berencana melakukan pemeliharaan menyeluruh terhadap infrastruktur PJU, khususnya untuk unit lampu LED yang masa garansinya telah habis.