BENGKULU — Insiden ini terjadi saat Van der Vaart bertugas sebagai analis untuk stasiun televisi NOS TV. Momen kontroversial itu muncul ketika bek Belanda, Micky van de Ven, kehilangan jejak penyerang Jepang Koki Ogawa yang kemudian mencetak gol penyeimbang di akhir laga.
Analisis Berujung Hujatan: "Mungkin Dia Pikir Wajah Mereka Sama"
Alih-alih menganalisis kesalahan posisi, Van der Vaart justru melontarkan pernyataan stereotip. "Mereka semua terlihat mirip, tentu saja. Mungkin dia (Van de Ven) berpikir seperti itu," ujar mantan pemain dengan 109 caps untuk Belanda itu.
Pernyataan itu langsung memicu gelombang kritik. Organisasi anti-diskriminasi Kick It Out bersama Frank Soo Foundation angkat bicara. Mereka mengecam keras komentar yang dianggap melecehkan komunitas Asia Timur dan Tenggara (ESEA).
"Saya Sangat Menyesal," Kata Van der Vaart
Menyadari kesalahannya, Van der Vaart segera merilis pernyataan permintaan maaf. Ia menegaskan tidak ada niat untuk merendahkan siapa pun. "Tidak pernah menjadi niat saya untuk menyinggung, menyakiti, atau mendiskriminasi siapa pun. Saya menentang rasisme dalam segala bentuknya," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Pria berusia 43 tahun yang pernah menjadi bagian dari tim finalis Piala Dunia 2010 itu menambahkan, "Jika komentar saya telah menyebabkan rasa sakit atau kekecewaan, saya dengan tulus meminta maaf. Itu sama sekali bukan niat saya."
Tuntutan ke Broadcaster: Edukasi Lebih Ketat untuk Pengamat
Kick It Out dan Frank Soo Foundation tak hanya menyoroti Van der Vaart. Mereka menuntut pihak penyiar televisi untuk bertanggung jawab penuh. "Sungguh mengecewakan mendengar mantan pemain menyebarkan hinaan rasis tentang tim Jepang dan kemudian membela komentar itu sebagai lelucon," demikian bunyi pernyataan bersama kedua organisasi tersebut.
Mereka menekankan bahwa dampak dari ucapan semacam itu nyata, terlepas dari ada atau tidaknya niat rasial. "Piala Dunia menarik perhatian penonton global yang sangat besar. Sangat penting bagi para pengamat untuk berhati-hati dengan bahasa mereka, dan bagi penyiar untuk memastikan hal itu melalui edukasi tambahan," tegas mereka.