Pencarian

Review Asus ROG Zephyrus G16 (2026): Baterai Tahan Lama, Performa Gahar, Tapi Harga Selangit

Senin, 06 Juli 2026 • 13:53:01 WIB
Review Asus ROG Zephyrus G16 (2026): Baterai Tahan Lama, Performa Gahar, Tapi Harga Selangit
Asus ROG Zephyrus G16 (2026) hadir dengan baterai tahan lama dan performa tinggi untuk gaming.

BENGKULU — Asus akhirnya merilis penerus lini laptop gaming tipis andalannya, ROG Zephyrus G16 (2026). Setelah model 2025 lalu menuai kritik karena baterai yang buruk dan keyboard kurang memuaskan, edisi terbaru ini hadir dengan sejumlah peningkatan. Namun, harga yang meroket justru menjadi isu utama yang patut dipertimbangkan calon pembeli di Indonesia.

Spesifikasi Utama

Laptop ini mengusung prosesor Intel Core Ultra 9 386H yang dipadukan dengan GPU Nvidia GeForce RTX 5070 Ti (varian dasar) atau RTX 5080 (varian review). Layar utamanya adalah panel OLED 16 inci resolusi 2.560 x 1.600 piksel dengan refresh rate 240Hz. Untuk memori, tersedia opsi 32GB atau 64GB RAM, dengan penyimpanan SSD 1TB.

  • Prosesor: Intel Core Ultra 9 386H
  • GPU: Nvidia GeForce RTX 5070 Ti / RTX 5080
  • Layar: 16 inci, OLED, 2.560 x 1.600, 240Hz
  • RAM: 32GB / 64GB
  • Penyimpanan: 1TB SSD
  • Port: 2x USB-A, 1x USB-C, 1x Thunderbolt 4, 1x HDMI 2.1, SD card reader
  • Konektivitas: WiFi 7, Bluetooth 6
  • Dimensi: 13,94 x 9,69 x 0,59~0,70 inci
  • Berat: 4,3 pon (sekitar 1,95 kg)

Hal yang Disukai: Baterai Super dan Performa Mumpuni

Peningkatan paling mencolok ada di daya tahan baterai. Dalam uji web browsing pada kecerahan 150 nit, Zephyrus G16 (2026) mampu bertahan selama 13 jam 45 menit. Angka ini jauh melampaui kompetitor seperti Razer Blade 16 (12 jam 36 menit) dan tiga kali lipat lebih lama dari Lenovo Legion Pro 7i.

Performa gaming juga solid. Dengan GPU RTX 5080, laptop ini sanggup menjalankan Cyberpunk 2077 di resolusi QHD dengan pengaturan RT Ultra pada 30 FPS. Untuk game kompetitif seperti Doom: The Dark Ages di pengaturan Ultra 1600p, frame rate bisa tembus 200 FPS dengan DLSS aktif. Layar OLED-anya juga terang, dengan rata-rata kecerahan SDR 469 nit dan puncak HDR 1.052 nit.

Hal yang Kurang: Harga dan Bawaan Lama

Masalah utama ada di banderol harga. Varian termurah dengan RTX 5070 Ti dibanderol USD 3.699 (sekitar Rp 61 juta), sementara varian RTX 5080 yang kami review mencapai USD 4.799 (sekitar Rp 79,2 juta). Kenaikan ini sebagian dipicu oleh kelangkaan memori global, namun tetap terasa berat dibandingkan pendahulunya yang "hanya" USD 2.799.

Sayangnya, Asus masih menggunakan chiclet keyboard yang sama dari model 2025. Daya tahan baterai saat bermain game juga hanya 55 menit, memaksa pengguna selalu membawa power brick proprietary 250W yang beratnya mencapai 1,3 pon. Total beban bawaan jadi 5,6 pon, mengurangi kesan portabel dari bodi laptop yang ringan.

Performa Nyata vs Kompetitor

Dalam uji Geekbench 6, Zephyrus G16 mencetak skor single-core 2.877 dan multi-core 16.960, sedikit di atas MSI Stealth 16 AI+ (15.170) dan setara dengan Razer Blade 16 (16.971). Untuk gaming, performanya berada di bawah Razer Blade 16 yang menggunakan GPU RTX 5090, namun masih unggul tipis dari Lenovo Legion Pro 7i di beberapa judul seperti F1 23 (52 FPS vs 50 FPS).

Kesimpulan

Asus ROG Zephyrus G16 (2026) berhasil memperbaiki kelemahan baterai dari pendahulunya dan menawarkan performa prosesor yang kompetitif. Namun, harga yang semakin mahal dan penggunaan komponen lama seperti keyboard serta power brick besar membuatnya sulit direkomendasikan untuk pelajar atau pekerja kantoran biasa. Laptop ini ideal untuk gamer hardcore atau kreator konten yang membutuhkan perangkat tipis bertenaga dan tidak keberatan merogoh kocek lebih dalam.

Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks