BENGKULU — Museum Negeri Bengkulu yang berlokasi di Jalan Pembangunan No. 8, Padang Harapan, Kota Bengkulu, tak sekadar tempat menyimpan barang antik. Lembaga ini telah bertransformasi menjadi pusat edukasi sejarah yang menyedot minat pelajar, mahasiswa, peneliti, dan wisatawan domestik.
Pengelola museum, Dewi, mengungkapkan bahwa mayoritas pengunjung justru berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Mereka datang untuk belajar langsung tentang sejarah dan kebudayaan Bengkulu, bukan hanya sekadar rekreasi.
“Koleksi yang banyak diminati pengunjung di antaranya kain besurek, pakaian adat Bengkulu, naskah kuno, senjata tradisional, serta berbagai peninggalan arkeologi yang menggambarkan kehidupan masyarakat Bengkulu pada masa lampau,” ujar Dewi.
Dari Benteng Marlborough ke Padang Harapan
Sejarah pendirian museum ini cukup panjang. Rintisannya dimulai pada 1978, saat itu museum masih menempati kawasan Benteng Marlborough—benteng peninggalan Inggris yang ikonik di pesisir Bengkulu.
Pada 1983, museum dipindahkan ke lokasi saat ini di Jalan Pembangunan, Padang Harapan. Baru lima tahun kemudian, tepatnya 1988, bangunan itu resmi ditetapkan sebagai Museum Negeri Provinsi Bengkulu.
Lokasi museum kini berada dalam satu kawasan dengan Taman Budaya Bengkulu. Kedekatan ini memperkuat fungsinya sebagai pusat pengembangan seni, budaya, dan sejarah daerah secara terpadu.
Koleksi yang Mencerminkan Identitas Bengkulu
Beragam benda bersejarah dipamerkan di museum ini. Mulai dari koleksi arkeologi yang menggambarkan kehidupan masyarakat kuno, etnografi berupa perlengkapan adat, historika, keramik, hingga naskah kuno yang menjadi saksi bisu peradaban di Bengkulu.
Kain besurek—khas dengan motif kaligrafi dan aksara Arab melayu—menjadi salah satu koleksi paling populer. Selain itu, pakaian adat dan senjata tradisional juga kerap menyedot perhatian pengunjung yang ingin memahami simbol-simbol budaya Bengkulu.
Bukan Sekadar Museum, Tapi Ruang Belajar
Dewi menegaskan bahwa museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pelestarian benda bersejarah. Lebih dari itu, museum menjadi sarana pendidikan, penelitian, dan rekreasi budaya bagi masyarakat.
“Museum memiliki peran penting dalam menjaga warisan sejarah sekaligus menjadi media pembelajaran agar generasi muda semakin mengenal identitas budaya daerahnya,” kata Dewi.
Pengunjung yang datang tidak hanya bisa melihat koleksi peninggalan masa lampau. Mereka juga memperoleh pemahaman mengenai perkembangan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Bengkulu dari berbagai periode sejarah—dari masa kesultanan, kolonial, hingga era kemerdekaan.
Dengan letaknya yang strategis di pusat Kota Bengkulu, museum ini pun menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang terus diminati, terutama saat akhir pekan dan libur sekolah.