BENGKULU TENGAH — Legislator Fraksi Partai Golkar itu menggelar reses di Aula MTs Mambaul Ulum, Yayasan Al-Muttaqin Bengkulu, pada pekan lalu. Acara dihadiri tokoh agama, perangkat desa, pengurus organisasi kepemudaan, hingga pengelola lembaga pendidikan.
Insentif Perangkat Desa Tersendat Akibat Efisiensi Anggaran
Parman, warga Kecamatan Pagar Jati, menyampaikan keluhan soal pembayaran insentif perangkat desa yang belum lancar. Menanggapi hal itu, Berlian mengakui kebijakan efisiensi anggaran pemerintah saat ini berdampak luas, tidak hanya ke masyarakat tetapi juga ke sektor pemerintahan.
"Pemerintah kabupaten memiliki tanggung jawab mencari solusi agar hak perangkat desa segera dipenuhi," ujar Berlian. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan rekan-rekan di tingkat kabupaten untuk menindaklanjuti persoalan ini.
Honor Guru TPQ dan Sarana Sekolah Jadi Perhatian
Pengelola TPQ Mambaul Ulum mengungkapkan honor bagi para guru mengaji masih sangat minim. Mereka berharap ada donatur tetap demi kesejahteraan tenaga pengajar dan operasional TPQ. Sementara itu, perwakilan MTs Mambaul Ulum meminta bantuan sarana dan prasarana pendidikan, terutama peralatan olahraga.
Berlian meminta pihak sekolah segera menyiapkan proposal rinci kebutuhan. Sebagai bentuk kepedulian, ia langsung memberikan bantuan pribadi untuk pengadaan sarana yang dibutuhkan madrasah.
BPJS Kesehatan dan Data Bansos Bermasalah
Kepala Desa Harapan Makmur, Tri Ekana Supri Santoso, menyoroti layanan kesehatan yang terkendala banyaknya kepesertaan BPJS Kesehatan belum aktif. Ia juga menyoroti penyaluran bantuan sosial yang masih menghadapi kendala, terutama data desil penerima yang mengacu pada data kependudukan nasional.
"Masih ditemukan warga yang layak menerima bantuan tetapi belum terakomodasi dalam daftar penerima," kata Tri. Persoalan ini, menurutnya, perlu segera dibenahi agar bansos tepat sasaran.
Organisasi Kepemudaan dan Bantuan Langsung
Masyarakat juga menyampaikan harapan adanya dukungan bagi organisasi Ansor dan Banser di Bengkulu Tengah. Berlian menyatakan akan memperjuangkan pengembangan kegiatan kepemudaan tersebut. Sebagai penutup reses, ia membagikan 1 ton beras atau masing-masing 5 kilogram kepada 200 warga yang hadir.
"Kami akan mengawal seluruh aspirasi. Mana yang menjadi kewenangan kabupaten akan kami koordinasikan, sedangkan yang menjadi kewenangan provinsi akan kami perjuangkan melalui DPRD," tegas Berlian.