Pencarian

Harga Tembaga Naik Lagi ke Level Tertinggi Dua Pekan, Investor Abaikan Risiko Geopolitik Timur Tengah

Jumat, 10 Juli 2026 • 09:45:01 WIB
Harga Tembaga Naik Lagi ke Level Tertinggi Dua Pekan, Investor Abaikan Risiko Geopolitik Timur Tengah
Harga tembaga di London Metal Exchange naik 0,8% mencapai US$9.850 per ton pada Senin (21/4).

BENGKULU — Berdasarkan data perdagangan Senin (21/4), harga kontrak berjangka tembaga di London Metal Exchange (LME) menguat 0,8% ke level US$9.850 per ton. Dalam sepekan, akumulasi kenaikan mencapai 1,5%, memperpanjang tren positif dari pekan sebelumnya.

Investor Fokus ke Fundamental Permintaan, Bukan Geopolitik

Pasar memilih untuk melihat prospek permintaan jangka panjang ketimbang terpancing sentimen sementara dari memanasnya kembali situasi Iran-Israel. Para pelaku pasar menilai fundamental permintaan tembaga—terutama dari sektor energi hijau dan elektrifikasi—masih solid.

"Pasar komoditas saat ini lebih fokus pada data ekonomi China dan prospek stimulus fiskal di sana, bukan pada risiko geopolitik yang sifatnya sporadis," ujar analis komoditas dari Mirae Asset Sekuritas, Robert Pakpahan.

Tiga Faktor Penopang Kenaikan Tembaga Pekan Ini

  • Data manufaktur China: Indeks manajer pembelian (PMI) sektor manufaktur Negeri Panda bertahan di zona ekspansi 50,8 pada Maret, menandakan aktivitas industri masih tumbuh.
  • Pelemahan dolar AS: Indeks dolar turun 0,3% dalam sepekan, membuat komoditas yang dihargai dalam dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
  • Stok tembaga LME menurun: Persediaan tembaga di gudang LME tercatat turun 4.200 ton atau 2,1% dalam sepekan terakhir, menandakan pasokan mulai ketat.

Apa Artinya bagi Pasar Indonesia?

Kenaikan harga tembaga global berdampak langsung pada emiten pertambangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), khususnya yang memiliki lini bisnis mineral logam. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi dua saham yang paling diuntungkan dari tren ini.

Analis mencatat bahwa kenaikan harga tembaga sebesar 10% dapat mendongkrak laba bersih emiten tambang nasional hingga 15-20%, tergantung pada struktur biaya produksi dan kontrak penjualan masing-masing perusahaan.

Prospek Jangka Pendek: Waspada Volatilitas

Meski tren mingguan positif, volatilitas masih mengintai. Pasar akan mencermati data inflasi Amerika Serikat pekan depan serta keputusan suku bunga bank sentral China yang dapat memicu pergerakan tajam harga tembaga.

Investor disarankan mencermati level support US$9.600 per ton dan resistance US$10.000 per ton sebagai batas psikologis berikutnya. Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: bloomberg.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks