BENGKULU — Atmosfer Aula Gedung Merah Putih berubah menjadi lautan manusia sejak peluit babak pertama pertandingan Spanyol kontra Prancis dibunyikan. Ribuan pasang mata dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat hingga warga biasa, berbaur dalam satu sorak-sorai yang menggema di seluruh ruangan.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah turut hadir bersama unsur Forkopimda, para asisten, staf ahli, dan kepala OPD di lingkungan Pemkot Bengkulu. Mereka duduk berdesakan di antara warga yang sejak malam sudah memadati area nobar.
Spanyol Lolos ke Final Usai Kalahkan Prancis 2-0
Dalam laga sengit yang berlangsung ketat, Tim Matador tampil lebih efektif. Mikel Oyarzabal membuka keunggulan lewat titik putih pada menit ke-22, sebelum Pedro Porro memastikan kemenangan pada menit ke-58. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang, mengantarkan Spanyol ke babak final Piala Dunia.
Setiap gol Spanyol disambut gemuruh penonton yang kompak melompat dan berteriak. Suasana semakin meriah ketika para suporter saling bersahutan meneriakkan yel-yel khas tim favorit mereka.
Pemkot Sediakan Lapak Khusus untuk Pelaku UMKM
Di luar gedung, hiruk-pikuk tak kalah terasa. Pemkot Bengkulu sengaja menyediakan ruang khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berjualan aneka kuliner. Strategi ini menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi lokal di tengah euforia sepak bola dunia.
"Kami memang mengundang para pelaku UMKM untuk ikut berpartisipasi. Harapannya, dagangan mereka laris dan kegiatan seperti ini bisa memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat sekaligus menciptakan suasana kebersamaan di Kota Bengkulu," ujar Medy Pebriansyah seusai acara.
Antusiasme Warga Melampaui Ekspektasi
Medy mengaku tak menyangka animo masyarakat begitu besar. Ia menilai kedewasaan warga dalam menjaga ketertiban selama nobar juga patut diapresiasi. Tidak ada insiden berarti selama acara berlangsung, meski ribuan orang berkumpul hingga larut malam.
"Alhamdulillah antusias masyarakat sangat luar biasa. Bukan hanya jajaran Pemerintah Kota Bengkulu yang hadir, tetapi masyarakat dari berbagai kalangan juga ikut memeriahkan nonton bareng ini. Bahkan banyak anak muda yang datang untuk menyaksikan pertandingan bersama," kata Medy.
Pemkot Bengkulu berencana menggelar nobar serupa jika Spanyol kembali bertanding di babak final. Langkah ini dinilai efektif untuk menyinergikan hiburan rakyat dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan secara nyata.