BENGKULU — BP Rebana memanfaatkan forum SIBS ASEAN 2026 untuk mempromosikan empat kawasan industri yang tersebar di tujuh kabupaten dan satu kota di Jawa Barat. Helmy Yahya menyatakan minat investor terhadap kawasan ini sangat besar, namun realisasi investasi masih bergantung pada kemudahan perizinan dan penyiapan tenaga kerja.
Infrastruktur Strategis Jadi Andalan Utama
Rebana Metropolitan didukung tiga infrastruktur utama: Bandara Internasional Kertajati, Pelabuhan Patimban, dan jaringan jalan tol terintegrasi. Helmy menekankan kombinasi ini membuat kawasan tersebut menjadi salah satu koridor ekonomi paling siap berkembang di Indonesia.
“Kerjaan saya di Rebana adalah mempromosikan dan mengundang investor. Minat yang muncul luar biasa bagus. Tinggal bagaimana kita menindaklanjuti dengan mempermudah perizinan, mengurangi birokrasi, dan menyiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan,” ujar Helmy dalam keterangan resmi, Sabtu.
Ekspor Jabar Tembus USD 38,45 Miliar, Peluang Kerja Sama Terbuka Lebar
Jawa Barat merupakan tujuan investasi terbesar di Indonesia dengan populasi lebih dari 47 juta jiwa dan tenaga kerja mencapai 26 juta orang. Pada 2025, nilai ekspor provinsi ini tercatat sekitar USD 38,45 miliar. Helmy optimistis angka tersebut bisa melonjak signifikan jika kerja sama dengan mitra regional seperti Selangor diperkuat.
Sementara itu, Group CEO Menteri Besar Selangor Incorporated, Mej (K) Dato’ Ts. Saipolyazan M Yusop, menegaskan Indonesia adalah mitra ekonomi strategis Selangor. Menurut dia, potensi kerja sama mencakup energi terbarukan, manufaktur maju, industri halal, logistik, ekonomi digital, hingga ketahanan pangan.
Selangor Siap Jadi Pintu Gerbang ke Pasar ASEAN
Saipolyazan menyebut Selangor memiliki ekosistem bisnis yang matang dengan infrastruktur, tenaga kerja terampil, dan sistem logistik yang kuat. “Selangor siap menjadi pintu gerbang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memasuki pasar Malaysia dan ASEAN,” katanya.
Melalui SIBS ASEAN 2026, Selangor berharap dapat memperkuat kemitraan bisnis dan integrasi ekonomi regional antara Malaysia dan Indonesia, khususnya dengan Jawa Barat dan kawasan Rebana.
Investor Perlu Cermati Risiko Birokrasi dan Kesiapan SDM
Meski potensi lahan dan infrastruktur besar, Helmy mengakui tantangan utama masih pada proses perizinan dan ketersediaan tenaga kerja terampil. BP Rebana berkomitmen memangkas birokrasi dan menyiapkan pelatihan vokasi agar investor tidak ragu masuk ke kawasan ini.
Bagi pelaku bisnis dan investor, peluang di kawasan Rebana patut dipertimbangkan, terutama bagi yang mencari lahan industri dengan dukungan infrastruktur strategis dan akses ekspor langsung melalui Pelabuhan Patimban serta Bandara Kertajati.