Pencarian

Unib Kembangkan Empat Layanan Konseling untuk Civitas Academica, Hasil Asesmen Ungkap Kerentanan di Lima Aspek Kehidupan

Kamis, 16 Juli 2026 • 16:23:26 WIB
Unib Kembangkan Empat Layanan Konseling untuk Civitas Academica, Hasil Asesmen Ungkap Kerentanan di Lima Aspek Kehidupan
Unib meluncurkan empat layanan konseling terpadu untuk civitas academica melalui UPA-BK.

BENGKULU — Universitas Bengkulu (Unib) tidak lagi memandang persoalan kesehatan mental civitas academica sebagai isu pinggiran. Melalui Unit Penunjang Akademik Bimbingan Konseling (UPA-BK) yang dibentuk pada 2025, kampus ini meluncurkan empat layanan konseling terpadu yang mencakup bimbingan individu, kelompok, keluarga, dan pengembangan kapasitas.

Kepala UPA-BK Unib Yessilia Osira mengatakan, unit ini tidak hanya berorientasi pada penyelesaian masalah, tetapi juga sebagai sarana pengembangan kapasitas individu agar lebih adaptif menghadapi tantangan kehidupan akademik maupun sosial.

"UPA-BK dikembangkan sebagai pusat layanan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian masalah, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pengembangan kapasitas individu agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan akademik maupun sosial secara lebih adaptif," kata Yessilia di Bengkulu, Kamis.

Hasil Asesmen: Kerentanan di Lima Aspek Kehidupan

Sebelum meluncurkan layanan, UPA-BK terlebih dahulu melaksanakan Rapid Assessment Kerentanan Hidup Insan Akademika Universitas Bengkulu. Hasilnya, civitas academica—baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan—memiliki tingkat kerentanan pada lima aspek kehidupan: fisik, psikologis, sosial, ekonomi, dan spiritual.

Asesmen juga mengungkap bahwa kehidupan kampus kerap menghadapkan civitas academica dengan persoalan serius seperti perundungan, pelecehan seksual, penyalahgunaan narkoba, serta tekanan akademik yang berpotensi mempengaruhi kesehatan mental. Temuan ini menjadi dasar bagi Unib untuk menghadirkan sistem layanan yang lebih komprehensif.

Empat Layanan yang Siap Diakses

Yessilia merinci empat layanan utama yang disiapkan UPA-BK. Pertama, bimbingan konseling individu untuk penanganan masalah personal secara privat. Kedua, bimbingan konseling kelompok yang memungkinkan interaksi dan dukungan antar sesama. Ketiga, bimbingan konseling keluarga yang melibatkan orang tua atau wali. Keempat, layanan pengembangan kapasitas yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan personal, sosial, dan akademik.

Layanan ini dapat diakses secara tatap muka maupun daring. "Kami mengajak civitas academica memanfaatkan layanan konsultasi yang tersedia, sehingga layanan dapat diakses dengan lebih mudah, cepat, dan nyaman," ujar Yessilia.

Sosialisasi ke Fakultas Dimulai

Sebagai langkah awal, UPA-BK mulai menyosialisasikan program kerjanya ke seluruh fakultas. Sosialisasi perdana dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Dalam sosialisasi tersebut, tim UPA-BK memaparkan visi, misi, program kerja, mekanisme layanan, dan hasil asesmen yang menjadi dasar penyusunan program intervensi.

Tim UPA-BK juga menyerahkan media sosialisasi berupa banner layanan kepada masing-masing fakultas. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi dan mendorong civitas academica untuk tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi persoalan psikososial.

Pengembangan layanan ini merupakan bagian dari upaya Unib membangun lingkungan akademik yang sehat, inklusif, dan memiliki daya dukung bagi seluruh civitas academica. Dengan adanya UPA-BK, Unib menjadi salah satu perguruan tinggi di Bengkulu yang secara sistematis menangani kesehatan mental di lingkungan kampus.

Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks