BENGKULU — Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Bengkulu dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia. Kegiatan ini digagas Astra Motor Bengkulu bersama sejumlah pemangku kepentingan sebagai aksi nyata menjaga ekosistem pesisir.
Penanaman massal itu tidak sekadar seremonial. Mangrove selama ini diakui memiliki fungsi krusial: mencegah abrasi pantai, menjadi habitat biota laut, hingga menyerap emisi karbon. Di Bengkulu, ancaman abrasi di beberapa titik pesisir masih menjadi pekerjaan rumah yang butuh intervensi berkelanjutan.
Astra Motor Bengkulu: Bagian dari Pilar Lingkungan AM Greeners
Kepala Bagian Marketing Astra Motor Bengkulu, Ricco Roviandy, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap kelestarian lingkungan sekaligus dukungan terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.
"Hari Mangrove Sedunia menjadi momentum bagi kita semua untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan. Melalui dukungan pada kegiatan penanaman 1.000 mangrove ini, Astra Motor Bengkulu ingin berkontribusi dalam menjaga ekosistem pesisir yang memiliki peran penting bagi kehidupan," ujar Ricco.
Dukungan ini masuk dalam pilar AM Greeners, salah satu dari empat pilar Corporate Social Responsibility (CSR) Astra Motor. Tiga pilar lainnya adalah AM Smart (pendidikan), AM Health (kesehatan), dan AM Growth (kewirausahaan).
Mengapa Penanaman Mangrove Kini Mendesak?
Ekosistem mangrove di Indonesia terus mengalami tekanan akibat alih fungsi lahan dan abrasi. Di Bengkulu, beberapa kawasan pesisir dilaporkan kritis dan membutuhkan rehabilitasi. Penanaman 1.000 bibit ini diharapkan menjadi langkah awal yang bisa diikuti oleh pihak lain.
Ricco menambahkan bahwa melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, Astra Motor Bengkulu akan terus menghadirkan berbagai inisiatif yang mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan. "Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik," kata dia.
Kolaborasi Jadi Kunci Keberlanjutan Program
Keberhasilan program penanaman mangrove tidak bisa berjalan sendiri. Astra Motor Bengkulu menggandeng komunitas lokal, pemerintah daerah, dan pegiat lingkungan dalam pelaksanaan di lapangan. Kolaborasi ini dinilai penting agar perawatan bibit berjalan maksimal hingga mangrove tumbuh besar dan memberikan manfaat ekologis.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa sektor swasta memiliki peran strategis dalam menjaga lingkungan. Dengan pendekatan CSR yang terstruktur, perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir Bengkulu.