BENGKULU — Sekolah di pelosok Riau kini tak lagi sepenuhnya bergantung pada jaringan listrik konvensional. SMPN 2 Mandau di Kabupaten Bengkalis menjadi contoh terbaru bagaimana energi surya dihadirkan langsung ke ruang kelas, khususnya untuk menopang praktik di laboratorium IPA.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina NRE memasang panel surya yang diproyeksikan memangkas emisi karbon hingga 2,25 ton CO? per tahun. Lebih dari itu, efisiensi biaya listrik sekolah diperkirakan mencapai Rp295.728 per tahun.
Manfaat Nyata di Laboratorium dan Kelas
Kepala Sekolah SMPN 2 Mandau, Willyan Iswandi, menyambut baik kehadiran fasilitas ini. Ia menilai PLTS tidak hanya membantu kelancaran aktivitas sekolah, tetapi juga menjadi alat peraga hidup bagi siswa.
"Siswa dapat melihat secara langsung bagaimana energi matahari dimanfaatkan menjadi energi listrik. Kami berharap fasilitas ini dapat terus memberikan manfaat bagi sekolah sekaligus menambah wawasan siswa mengenai energi terbarukan," ujarnya pada Rabu (29/7).
Bagi para pelajar, keberadaan panel surya di halaman sekolah adalah pengalaman belajar yang tak ada di buku teks. Mereka bisa mengamati langsung proses konversi sinar matahari menjadi listrik yang menyalakan peralatan praktikum.
Menanamkan Kesadaran Energi Sejak Dini
Manager Corporate Communication & Stakeholder Management Pertamina NRE, Susanto August Satria, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi dunia pendidikan.
"Melalui Sekolah Energi Berdikari, kami ingin menghadirkan pemanfaatan energi terbarukan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di lingkungan sekolah, kehadiran PLTS diharapkan dapat membantu mendukung aktivitas belajar mengajar sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi bersih kepada generasi muda," jelas Susanto.
Ia menambahkan, pemahaman tentang energi bersih yang ditanamkan sejak bangku sekolah akan membentuk generasi yang siap mengambil peran dalam masa depan energi nasional. "Dari sekolah, kami berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal, memahami, dan nantinya turut mengambil peran dalam perjalanan menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan," tutupnya.
Kontribusi pada Target Transisi Energi Nasional
Langkah Pertamina NRE di Bengkalis ini merupakan bagian kecil dari upaya korporasi dalam mendukung target pemerintah mencapai net zero emission. Sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas karena memiliki efek ganda: penghematan energi sekaligus pembentukan kesadaran ekologis.
Dengan total 768 siswa yang merasakan manfaat langsung, program ini membuktikan bahwa infrastruktur energi terbarukan bisa menyentuh lapisan masyarakat paling dasar. Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi kini juga menjadi titik awal perubahan perilaku terhadap konsumsi energi.
Kehadiran PLTS di SMPN 2 Mandau menjadi bukti bahwa transisi energi tidak selalu harus berupa proyek raksasa. Dimulai dari sekolah, dampaknya bisa menyebar ke rumah-rumah siswa dan kemudian ke komunitas yang lebih luas.