BENGKULU — Mutasi jabatan di lingkungan Kejaksaan Agung kembali menempatkan putra daerah sebagai pimpinan di tingkat pusat. Saiful Bahri Siregar, yang selama ini memimpin Kejaksaan Tinggi Bengkulu, kini dipercaya mengemban tugas strategis sebagai Direktur Penyidikan pada JAM Pidsus, sebuah posisi kunci dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di tingkat nasional.
Kabar mutasi ini dibenarkan oleh Asisten Intelijen Kejati Bengkulu, Rolly Manampiring, melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Fri Wisdom S. Sumbayak. Perpindahan ini menandai pengakuan atas kinerja Saiful Bahri selama bertugas di Provinsi Bengkulu.
Rekam Jejak Saiful Bahri Selama Memimpin Kejati Bengkulu
Selama menjabat, Saiful Bahri Siregar tidak hanya fokus pada penegakan hukum semata. Ia juga dikenal gencar membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum lainnya. Pendekatan ini dinilai berhasil memperkuat penegakan hukum yang profesional sekaligus humanis di tengah masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, Kejaksaan Tinggi Bengkulu berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada publik. Penguatan di bidang tindak pidana khusus juga menjadi perhatian utama, sejalan dengan agenda nasional pemberantasan korupsi.
Siapa Anton Delianto, Pengganti Saiful Bahri di Bengkulu?
Tongkat estafet kepemimpinan Kejaksaan Tinggi Bengkulu selanjutnya diemban oleh Anton Delianto. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, posisi yang memberikannya pengalaman luas dalam pengelolaan perkara dan koordinasi lintas instansi.
Kedatangan Anton Delianto diharapkan tidak menghentikan program-program strategis yang telah berjalan. Keluarga besar Kejaksaan Tinggi Bengkulu menyambut kedatangannya dengan harapan agar institusi ini semakin dipercaya masyarakat dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Apa Arti Mutasi Ini bagi Penegakan Hukum di Bengkulu?
Mutasi kepemimpinan di tubuh Kejaksaan merupakan hal yang lumrah sebagai bagian dari penyegaran organisasi. Namun, perpindahan Saiful Bahri ke JAM Pidsus memiliki makna lebih luas, yakni penguatan lini pemberantasan korupsi di tingkat pusat dengan pengalaman dari daerah.
Bagi Bengkulu, pergantian ini menjadi momentum untuk melanjutkan capaian positif yang telah dibangun. Baik Saiful Bahri maupun Anton Delianto sama-sama diharapkan mampu menjaga marwah institusi dan konsisten dalam mendukung supremasi hukum di Indonesia.