Pencarian

BI Tahan Suku Bunga di 5,75%, IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 6.300-6.400

Kamis, 20 Agustus 2026 • 10:38:31 WIB
BI Tahan Suku Bunga di 5,75%, IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 6.300-6.400
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

BENGKULU — Analis Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, mengatakan pelaku pasar saat ini mencermati langkah Bank Indonesia yang kembali menahan BI-Rate. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari gejolak global tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Untuk menjaga stabilitas Rupiah dari gejolak global, BI terus mengoptimalkan strategi intervensi valas (di pasar spot, DNDF, dan NDF), mengelola struktur suku bunga pasar uang, serta memperluas insentif instrumen swap dan DNDF lindung nilai untuk menarik aliran masuk modal asing," ujar Ratih dalam risetnya, Kamis (20/8/2026).

Strategi BI Menahan Arus Keluar Modal Asing

Keputusan mempertahankan suku bunga bukan tanpa alasan. Tekanan eksternal masih membayangi, terutama dari arah kebijakan moneter bank sentral AS. Dengan mempertahankan suku bunga, BI berupaya menjaga imbal hasil aset rupiah tetap menarik bagi investor asing.

Selain intervensi di pasar valuta asing, BI juga memperluas instrumen lindung nilai. Insentif swap dan DNDF digenjot untuk mendorong korporasi melakukan hedging, sekaligus mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Dividen Interim BBCA: Cuan Tambahan bagi Pemegang Saham

Dari sisi korporasi, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu saham yang menarik perhatian. Emiten perbankan terbesar di Indonesia ini akan membagikan dividen interim sebesar Rp25 per saham. Dengan harga saham saat ini, angka tersebut setara dengan dividend yield sekitar 0,4%.

Pembagian dividen ini menjadi katalis positif bagi pemegang saham BBCA di tengah ketidakpastian pasar. Meski nilainya relatif kecil, aksi ini menunjukkan likuiditas dan kesehatan fundamental emiten yang solid.

Proyeksi Pergerakan IHSG dan Saham yang Perlu Dicermati

Dengan rentang pergerakan 6.300-6.400, IHSG diprediksi akan mencari arah. Sentimen eksternal yang masih fluktuatif membuat investor cenderung wait and see. Namun, adanya aliran dana asing yang masuk ke pasar obligasi bisa menjadi angin segar bagi pasar saham.

Selain BBCA, saham-saham lain yang disebut menjadi sorotan analis adalah MDKA dan BRMS. Kedua emiten ini dipantau ketat oleh pelaku pasar, meski belum ada katalis baru yang signifikan dari internal perusahaan.

Investor disarankan untuk mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan imbal hasil obligasi pemerintah sebagai indikator awal arah pasar. Stabilitas makroekonomi akan menjadi kunci pergerakan IHSG dalam beberapa sesi ke depan.

Investasi mengandung risiko.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks