Pencarian

Hong Kong Cabut Izin 2 Agen Travel dan Pemandu Wisata Kasus Belanja Paksa

Sabtu, 12 September 2026 • 10:51:01 WIB
Hong Kong Cabut Izin 2 Agen Travel dan Pemandu Wisata Kasus Belanja Paksa
Travel Industry Authority Hong Kong menangguhkan izin dua agen perjalanan terkait kasus dugaan belanja paksa.

BENGKULU — Travel Industry Authority (TIA) Hong Kong menangguhkan izin usaha Go Go Ming Travel Services Limited dan Grandee Travel Company Limited. Kedua agen perjalanan itu masing-masing menangani rombongan wisatawan pada Februari dan April 2026. Dalam tur tersebut, peserta diduga mendapat tekanan untuk membeli barang di luar agenda perjalanan.

Selain dua agen, TIA juga menangguhkan izin pemandu wisata Sun Kwun-ying. Pemandu itu disebut melontarkan pernyataan bernada mengancam untuk menekan wisatawan agar melakukan pembelian. The Standard melaporkan tekanan tersebut terjadi saat rombongan mengikuti tur yang ditanganinya.

Pelanggaran yang Ditemukan TIA

TIA menyatakan kedua agen perjalanan gagal mengambil langkah wajar untuk melindungi wisatawan dari praktik belanja paksa. Otoritas juga menemukan dugaan pelanggaran lain selama tur berlangsung. Belanja paksa menjadi salah satu pelanggaran yang kini mendapat perhatian serius dari otoritas setempat.

“TIA tidak akan menoleransi praktik belanja paksa maupun tindakan lain yang dapat merusak citra Hong Kong sebagai destinasi wisata,” demikian pernyataan resmi TIA terkait penindakan tersebut.

Kunjungan Wisatawan Hong Kong Justru Naik

Penindakan ini berlangsung saat jumlah kunjungan wisatawan ke Hong Kong meningkat. Hong Kong tercatat sebagai kota kedua yang paling banyak dikunjungi di dunia setelah Bangkok. Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, Hong Kong menerima 31,22 juta kunjungan wisatawan.

Angka tersebut naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di tengah lonjakan kunjungan, Hong Kong berupaya menjaga pengalaman wisatawan sekaligus reputasinya sebagai destinasi internasional.

Dampak bagi Wisatawan Indonesia

Hong Kong menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia, baik untuk liburan keluarga maupun perjalanan solo. Kasus belanja paksa umumnya muncul pada paket tur murah dengan harga jauh di bawah pasar. Wisatawan perlu mencermati itinerary dan memastikan agen perjalanan terdaftar resmi sebelum membeli paket.

Jika menemui tekanan serupa selama tur, wisatawan dapat melaporkan ke TIA Hong Kong atau kedutaan besar Indonesia setempat. Simpan bukti berupa foto, video, atau pesan komunikasi dengan pemandu sebagai bahan laporan.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks