BENGKULU — China menjadi salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan Indonesia sepanjang paruh pertama 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan sekitar 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari total 4,46 juta perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri, 8,69 persen di antaranya memilih China. Situs bersejarah memang jadi magnet, tapi kekayaan kulinernya sering jadi alasan orang kembali lagi.
Setiap daerah punya karakter rasa sendiri. Mulai dari jajanan festival hingga hidangan istana, berikut sajian yang wajib dicoba saat berkunjung.
Bebek Peking, Hidangan Eksklusif Para Kaisar
Bebek Peking bukan sekadar makanan. Hidangan ini menuntut keahlian tingkat tinggi dan dulu hanya disajikan untuk kaisar pada masa Dinasti Ming.
Prosesnya rumit. Bebek dipompa udara agar terpisah dari lemaknya, lalu disiram air mendidih dan diolesi madu. Setelah itu dipanggang dalam oven gantung dengan kayu pohon buah supaya aromanya manis.
Hasilnya, kulit renyah dan mengilap dengan daging yang tetap juicy. Aromatik, dan jadi alasan kenapa hidangan ini tak pernah absen dari daftar wisatawan.
Xiaolongbao, Pangsit Berisi Sup Panas
Xiaolongbao berasal dari Shanghai dan punya teknik makan yang unik. Berbeda dari pangsit kebanyakan, isinya daging cincang plus sup panas di dalamnya.
Saat kulit pangsit digigit, ledakan kaldu langsung membanjiri mulut. Karena itu, makan xiaolongbao perlu hati-hati memakai sendok bebek agar sup tidak meluber.
Biasanya disantap bersama irisan jahe muda dan cuka hitam. Kombinasi ini menambah citarasa tanpa menutupi gurihnya kaldu.
Tang Yuan, Bola Ketan dalam Kuah Manis
Tang Yuan adalah makanan penutup tradisional berbentuk bola-bola yang disajikan dalam kuah manis. Hidangan ini hadir di berbagai perayaan penting, termasuk Festival Lampion dan Festival Titik Balik Matahari Musim Dingin.
Bahan dasarnya tepung beras ketan, diisi pasta wijen hitam, pasta kacang merah, atau kacang tanah cincang. Setelah dibentuk bola-bola kecil, tang yuan direbus dan disajikan dalam sirup air gula yang direbus dengan jahe dan daun pandan.
Di beberapa daerah, kuahnya memakai fermentasi beras manis dan teh bunga osmanthus. Teksturnya lembut, kenyal, sedikit lengket, berpadu kuah hangat yang manis dan segar.
Hot Pot, Pengalaman Makan yang Sosial
Hot pot atau huoguo adalah metode memasak tradisional China. Bahan makanan mentah dimasak langsung dalam panci berisi kaldu mendidih di tengah meja.
Pilihan kaldu cukup beragam: mala, kaldu tulang, kaldu tomat, dan kaldu jamur. Bahan masakannya berupa protein nabati dan hewani serta sayur-sayuran.
Keunikan hot pot ada pada pengalamannya. Hidangan ini dirancang untuk dimakan bersama keluarga atau teman, dan proses menunggu makanan matang menciptakan ruang untuk mengobrol.
Pengunjung juga memegang kendali penuh atas apa yang ingin dimakan, tingkat kematangan, sampai rasa saus cocolan yang diracik sendiri. Menyantap hot pot di China tidak boleh terlewat.
Tanghulu, Sate Buah Berlapis Gula Renyah
Tanghulu atau bing tanghulu adalah jajanan tradisional khas China. Bentuknya sate buah yang dilapisi lapisan gula keras dan renyah.
Camilan ini populer saat musim dingin dan diperkirakan sudah ada sejak zaman Dinasti Song. Secara tradisional, tanghulu terbuat dari buah hawthorn Cina yang ditusuk lidi bambu, lalu dicelupkan ke sirup gula batu panas.
Di era modern, tanghulu memakai berbagai buah segar seperti stroberi, anggur, jeruk, tomat ceri, dan blueberry. Teksturnya garing saat digigit, diikuti kelembutan buah di dalamnya.
Keseimbangan antara manis legit dan asam segar dari buah memberi ledakan rasa yang menarik. Cocok jadi camilan sambil menyusuri jalanan kota.
Lima hidangan itu bisa jadi titik awal menjelajah kuliner China. Untuk urusan harga dan jam buka tiap tempat makan, informasi terkini dapat dikonfirmasi lewat kanal resmi pariwisata setempat atau platform reservasi yang dipakai restoran bersangkutan.