LEBONG — Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid meninjau langsung lokasi demplot didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Prianto Teguh Nugroho dan sejumlah Pejabat Utama Polda Bengkulu. Peninjauan berlangsung pada Jumat (23/10/2026), sekitar dua pekan setelah penanaman perdana dilakukan.
Demplot di Desa Mangkurajo dikelola bersama Kelompok Tani Usaha Makmur II. Varietas Sangga Sembalun didatangkan langsung dari Nusa Tenggara Barat untuk diuji adaptasinya di lahan Lebong.
Berawal dari Studi Tiru di Sembalun, Lombok Timur
Pengembangan demplot ini menindaklanjuti studi tiru dan orientasi lapangan yang digelar di Kelompok Tani Pusuk Pujata, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, pada 16 September 2026. Satgas Percepatan Swasembada Bawang Putih Polda Bengkulu bersama unsur pembina kelompok tani dan petani dari sejumlah kabupaten di Bengkulu mempelajari tahapan budidaya secara langsung.
Materi yang dipelajari mencakup persiapan lahan dan benih, proses penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga penanganan hasil panen. Pola budidaya dari Sembalun itulah yang kemudian diterapkan di lahan Desa Mangkurajo.
Perawatan Jadi Kunci agar Produktivitas Sesuai Harapan
Dalam pengecekan, Kapolda memberikan motivasi kepada anggota kelompok tani yang terlibat. Ia menekankan pentingnya perawatan dan pemeliharaan tanaman secara optimal agar pertumbuhan bawang putih berlangsung baik.
"Program pengembangan demplot ini menjadi bagian dari langkah Satgas Percepatan Swasembada Bawang Putih Polda Bengkulu Tahun Anggaran 2026 dalam mendorong penerapan teknik budidaya yang tepat di tengah masyarakat," kata Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid.
Pendampingan kelompok tani disebut menjadi bagian dari upaya Polda Bengkulu mendorong sektor pertanian daerah. Demplot di Lebong kini menjadi acuan awal sebelum pola budidaya serupa diperluas ke kabupaten lain di Provinsi Bengkulu.