BENGKULU TENGAH — Penggunaan Dana BOS di SDN 07 Bengkulu Tengah senilai Rp 198.000.000 lebih tengah menjadi perhatian serius. Lembaga Masyarakat Anti Finansial dan Anggaran (MAFIA) menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam realisasi anggaran yang patut diusut lebih lanjut.
Koordinator MAFIA, Yulian Efendi, menyatakan bahwa pihaknya menemukan beberapa indikasi masalah dalam penggunaan anggaran di sekolah dasar tersebut. Temuan ini didapat setelah melakukan penelusuran awal terhadap laporan keuangan dan kegiatan sekolah.
"Kami menilai penggunaan Dana BOS di SDN 07 Bengkulu Tengah ini bermasalah. Ada beberapa item yang tidak sesuai dengan peruntukannya," ujar Yulian Efendi dalam keterangannya, Selasa (15/4).
Menanggapi temuan tersebut, MAFIA mendorong pihak berwenang, termasuk Inspektorat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Tengah, untuk segera melakukan audit forensik. Langkah ini dinilai penting untuk mengungkap secara utuh aliran dana sebesar hampir Rp 200 juta tersebut.
"Kami minta ada pemeriksaan yang transparan dan profesional. Jangan sampai dana yang seharusnya untuk kepentingan siswa malah tidak tepat sasaran," tegas Yulian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SDN 07 Bengkulu Tengah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Tengah belum memberikan tanggapan resmi atas sorotan yang dilayangkan MAFIA. Publik menanti langkah konkret pemerintah daerah dalam menindaklanjuti temuan lembaga pengawas tersebut.