Pencarian

Mensos Gus Ipul Targetkan 97 Sekolah Rakyat Tuntas Juli 2026

Senin, 04 Mei 2026 • 16:02:01 WIB
Mensos Gus Ipul Targetkan 97 Sekolah Rakyat Tuntas Juli 2026

SURABAYA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menargetkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) di 97 titik seluruh Indonesia rampung sepenuhnya pada Juli 2026. Langkah ini merupakan bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan formal dan asrama bagi kelompok marjinal.

Gus Ipul, sapaan akrab Mensos, meninjau langsung progres pembangunan fisik di kawasan Kedung Cowek, Surabaya, Minggu (3/5/2026). Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah melakukan percepatan konstruksi agar fasilitas tersebut bisa segera digunakan secara fungsional untuk tahun ajaran baru mendatang.

Dari total 97 lokasi pembangunan, sebanyak 67 titik dipastikan selesai seratus persen tepat waktu. Sementara itu, 30 titik sisanya akan tetap dioperasikan secara fungsional guna memastikan layanan pendidikan tidak tertunda. Jawa Timur menjadi provinsi dengan konsentrasi pembangunan terbesar, yakni mencapai 18 titik.

Fasilitas Modern dan Sistem Rekrutmen Jemput Bola

Setiap gedung Sekolah Rakyat dirancang dengan standar fasilitas sekolah modern. Kemensos menyediakan asrama, laboratorium, perpustakaan, hingga sarana ekstrakurikuler yang mampu menampung hingga 1.000 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Namun, sistem operasional SR dipastikan berbeda dengan sekolah umum pada umumnya.

Sekolah Rakyat tidak menggunakan sistem pendaftaran terbuka, melainkan melalui mekanisme penjangkauan atau outreach. Petugas di lapangan akan menyisir langsung target peserta didik yang selama ini berada di luar sistem pendidikan formal.

"Prioritas kami adalah anak-anak yang putus sekolah, pengamen, pemulung, hingga mereka yang tidak pernah mengenyam pendidikan sama sekali. Karena itu, usia siswa di SR cenderung lebih beragam," jelas Gus Ipul saat meninjau lokasi di Surabaya, Minggu sore.

Target 200 Ribu Siswa dan Intervensi Keluarga

Pemerintah memproyeksikan lonjakan drastis jumlah siswa Sekolah Rakyat dalam beberapa tahun ke depan. Setelah menampung 16 ribu siswa pada 2025, angka tersebut ditargetkan naik menjadi 46 ribu siswa tahun ini. Secara jangka panjang, Kemensos membidik angka 200 ribu siswa pada 2029.

Gus Ipul menekankan bahwa SR adalah miniatur pengentasan kemiskinan yang komprehensif. Intervensi tidak hanya diberikan kepada anak melalui pendidikan di asrama, tetapi juga menyasar orang tua melalui program pemberdayaan ekonomi dan bantuan sosial (bansos) lengkap.

"Anaknya sekolah di asrama, orang tuanya diberdayakan agar naik kelas. Harapannya, saat lulus nanti, mereka mandiri dan tidak lagi bergantung pada bansos," tambah Saifullah Yusuf.

Selain pendidikan dan pemberdayaan, keluarga siswa juga akan mendapatkan prioritas program renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu). Pola ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan secara struktural dan berkelanjutan dari hulu ke hilir.

Komitmen Transparansi dan Peringatan Keras Korupsi

Menanggapi sorotan publik terkait anggaran pengadaan, termasuk harga sepatu sekolah, Mensos menjamin seluruh proses lelang dilakukan secara terbuka. Ia memberikan peringatan keras kepada jajarannya di Kementerian Sosial agar tidak mencoba bermain dalam pengadaan barang dan jasa.

"Saya dan Pak Wamen sudah berkomitmen, jika ditemukan penyimpangan atau rekayasa dalam pengadaan, kami sendiri yang akan menjadi pihak pertama yang melaporkannya. Kita harus belajar dari masa lalu dan memastikan program ini bersih dari korupsi," tegas Gus Ipul.

Pembangunan Sekolah Rakyat ini nantinya direncanakan menyentuh setiap kabupaten dan kota di Indonesia. Untuk wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan, Kemensos terus berkoordinasi dengan Kementerian PU guna mencari solusi teknis tanpa mengurangi standar kualitas pendidikan yang telah ditetapkan.

Bagikan
Sumber: radarbengkulu.disway.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks