BENGKULU — Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bengkulu, Henny Kusuma Dewi, menegaskan bahwa dokumen kesehatan hewan menjadi syarat mutlak bagi setiap pemasok ternak. "Pemerintah mengimbau masyarakat dan panitia kurban agar memastikan seluruh hewan kurban memiliki SKKH yang telah ditandatangani dokter hewan," ujarnya di Bengkulu, Selasa.
Penyakit yang Diincar: PMK, Jembrana, hingga Ngorok
Pengawasan lalu lintas hewan ternak diperketat untuk mencegah tiga jenis penyakit berbahaya. Selain Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat meluas di beberapa daerah, DKPP juga mewaspadai penyakit Jembrana yang menyerang sapi bali serta penyakit ngorok atau septicaemia epizootica.
Henny menjelaskan, SKKH menjadi bukti bahwa hewan telah diperiksa dan dinyatakan sehat oleh dokter hewan berwenang di daerah asal. Tanpa dokumen ini, ternak tidak diperbolehkan masuk ke Kota Bengkulu.
Harga Daging Sapi Stabil, Tapi Stok Mulai Menyusut
Di sisi lain, harga daging sapi di Pasar Tradisional Modern (PTM) dan Pasar Minggu Kota Bengkulu masih bertahan di angka Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Kondisi ini dinilai normal karena permintaan dari masyarakat belum melonjak signifikan sejak Idul Fitri lalu.
Namun, para pedagang mulai mengeluhkan kesulitan mendapatkan pasokan dari pemasok. "Sekarang stok daging agak susah didapat. Kalau kondisi ini terus terjadi, kemungkinan harga daging bisa naik menjelang Idul Adha nanti," kata Heri, pedagang daging di Pasar Minggu.
Fakta Singkat: Antisipasi Pemkot Jelang Idul Adha
- Dokumen wajib: Setiap hewan kurban harus dilengkapi SKKH yang ditandatangani dokter hewan berwenang.
- Penyakit sasaran: PMK, Jembrana, dan penyakit ngorok jadi fokus utama pengawasan lalu lintas ternak.
- Harga daging sapi: Stabil di Rp140–150 ribu per kilogram, namun stok mulai terbatas dari pemasok.
Idul Adha 2026: Kapan Puncak Permintaan Terjadi?
Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada 27 Mei 2026. DKPP Kota Bengkulu akan terus memantau pergerakan hewan ternak hingga hari-H untuk meminimalisir potensi penyebaran penyakit hewan menular.
Pedagang seperti Nopri di PTM Kota Bengkulu berharap pasokan daging sapi bisa kembali lancar dalam waktu dekat. "Kondisi harga daging sapi di pasar saat ini masih relatif normal dan belum menunjukkan lonjakan pembeli seperti biasanya menjelang hari besar keagamaan," katanya.
Jika pasokan tidak segera pulih, bukan tidak mungkin harga akan merangkak naik mendekati hari raya kurban. Pemkot pun mengingatkan panitia kurban untuk tidak hanya fokus pada harga, tetapi juga memastikan kesehatan hewan yang akan disembelih.