BENGKULU — Tiga puluh dua warga Kota Bengkulu terkonfirmasi positif HIV hingga awal tahun ini. Angka tersebut, menurut Dinas Kesehatan setempat, masih jauh dari gambaran sebenarnya di lapangan.
"Kasus HIV yang tercatat saat ini masih seperti fenomena gunung es. Kemungkinan masih ada masyarakat yang belum mengetahui kondisi kesehatannya atau belum melakukan pemeriksaan sehingga belum masuk dalam data resmi," kata Kepala Dinkes Kota Bengkulu Nelli Hartati, Senin.
Skrining Difokuskan ke Kelompok Berisiko Tinggi
Untuk menekan angka penyebaran, Dinkes Kota Bengkulu memperluas program skrining HIV. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui kegiatan penjangkauan langsung di lapangan.
Nelli menjelaskan, pemeriksaan difokuskan terutama kepada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penularan. "Semakin cepat diketahui, maka penanganan juga bisa dilakukan lebih awal," ujarnya.
Stigma Sosial Jadi Penghalang Deteksi Dini
Banyak warga yang belum mengetahui status kesehatannya karena belum pernah melakukan pemeriksaan. Sebagian lainnya memilih tidak memeriksakan diri karena takut atau khawatir terhadap stigma sosial di lingkungan tempat tinggal.
Oleh karena itu, Dinkes menjamin kerahasiaan identitas pasien. "Kami mengajak masyarakat yang merasa memiliki risiko untuk berani melakukan skrining. Tidak perlu takut, karena seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara rahasia dan identitas pasien dijamin aman," kata Nelli.
Pengobatan Gratis Tersedia bagi Pasien Positif
Pemerintah Kota Bengkulu juga menyediakan pengobatan gratis bagi warga yang telah dinyatakan positif HIV. Langkah ini diambil untuk membantu pasien menjalani terapi secara rutin agar kondisi kesehatannya tetap stabil.
Nelli menegaskan, deteksi dini menjadi bagian penting dalam pengendalian HIV. Selain mencegah penularan lebih luas, pemeriksaan sejak awal memberi peluang lebih besar bagi penderita untuk menjalani pengobatan dan mempertahankan kualitas hidup yang baik.
Dengan program skrining dan edukasi yang terus digencarkan, Dinkes Kota Bengkulu berharap kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV terus meningkat. Deteksi yang lebih cepat diyakini mampu menekan penyebaran virus dan membuat penanganan kesehatan masyarakat berjalan lebih efektif ke depan.