BENGKULU — Ribuan pasang mata diprediksi akan memadati kawasan Festival Tabut tahun ini. Untuk mengurai kepadatan yang kerap terjadi, Dinas Perhubungan Kota Bengkulu tidak hanya mengandalkan rambu lalu lintas. Sebanyak 15 personel akan disiagakan di titik-titik strategis secara bergantian selama agenda budaya tahunan itu berlangsung.
Pengaturan Lalu Lintas dan Layanan Darura
Personel Dishub akan fokus mengurai kemacetan di jalan-jalan utama yang menuju ke pusat keramaian festival. Selain pengaturan manual, Pemkot Bengkulu juga mengaktifkan layanan pengaduan terpadu melalui Call Center 112. Layanan ini tidak hanya untuk melaporkan kemacetan, tetapi juga gangguan fasilitas umum seperti penerangan jalan yang rusak di sekitar area festival.
"Jika masyarakat menemukan gangguan penerangan jalan atau kendala lainnya di sekitar lokasi Festival Tabut, silakan melapor. Layanan Call Center 112 dapat segera kami tindak lanjuti," ujar Kepala Dishub Kota Bengkulu Toni Hastri Putra di Bengkulu, Kamis.
Imbauan untuk Pengunjung dan Pengguna Jalan
Toni mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga ketertiban selama festival berlangsung. Partisipasi aktif dari pengunjung dan pengguna jalan dinilai krusial agar seluruh rangkaian kegiatan budaya ini berjalan aman dan nyaman. Ia menekankan bahwa pengawasan maksimal dari petugas di lapangan akan sia-sia tanpa dukungan warga.
"Selama pelaksanaan Festival Tabut 2026, kami menyiagakan 15 personel Dishub di sejumlah titik strategis untuk membantu pengaturan lalu lintas dan mengantisipasi kemacetan di sekitar lokasi festival," kata Toni.
Festival Tabut sebagai Agenda Budaya Tahunan
Festival Tabut merupakan salah satu ikon budaya Kota Bengkulu yang selalu menarik animo besar dari masyarakat. Tradisi tahunan ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Oleh karena itu, kelancaran arus lalu lintas dan keamanan menjadi prioritas utama Pemkot selama perayaan berlangsung.