BENGKULU — Ribuan warga dari berbagai penjuru Kota Bengkulu memadati lokasi Tabligh Akbar yang digelar Pemprov Bengkulu, Senin lalu. Mereka datang untuk mendengarkan tausiyah langsung dari Ustaz Al Habsyi, pendakwah kondang yang kerap mengisi kajian di televisi nasional. Acara ini menjadi rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada pekan ini.
Ajak Jamaah Berhijrah Menuju Kehidupan Lebih Baik
Dalam ceramahnya, Ustaz Al Habsyi menekankan bahwa 1 Muharram bukan sekadar pergantian kalender Islam. Menurutnya, momen ini adalah waktu yang tepat untuk berhijrah meninggalkan kebiasaan buruk. "Tahun baru Hijriah adalah momentum untuk berhijrah, meninggalkan kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT," ujarnya di hadapan ribuan jamaah yang duduk bersimpuh.
Ia mengingatkan bahwa hijrah tidak harus besar, bisa dimulai dari hal sederhana seperti memperbaiki waktu salat atau menjaga lisan. Banyak jamaah yang mengangguk-angguk mendengar pesan tersebut, terutama saat ia menyoroti kebiasaan menunda-nunda ibadah.
Zikir dan Syukur Jadi Kunci Ketenangan Hidup
Selain soal hijrah, Ustaz Al Habsyi juga menyoroti pentingnya memperbanyak zikir dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyebut zikir sebagai amalan yang menenangkan hati sekaligus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. "Jangan pernah tinggalkan zikir. Dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang dan kehidupan akan dipenuhi keberkahan," pesannya.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan jamaah untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan. Menurutnya, rasa syukur menjadi kunci utama meraih kebahagiaan dan tambahan rezeki. "Syukur adalah kunci kebahagiaan. Ketika kita bersyukur, Allah akan menambah nikmat dan memudahkan urusan kehidupan kita," tambahnya disambut tepuk tangan jamaah.
Antusiasme Warga: Dari Dalam Hingga Pelataran Masjid
Pantauan di lokasi, jamaah tak hanya memenuhi bagian dalam gedung tempat acara digelar. Sebagian warga rela duduk di teras dan pelataran luar menggunakan alas seadanya. Seorang jamaah asal Kecamatan Gading Cempaka mengaku sudah datang sejak pukul 07.00 WIB untuk mendapatkan tempat duduk di barisan depan.
"Saya sengaja datang pagi-pagi. Ustaz Al Habsyi jarang ke Bengkulu, jadi sayang kalau dilewatkan," ujarnya. Acara berlangsung khidmat hingga usai, ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustaz Al Habsyi.